Apa gerangan? Sebelum mengakhiri laporannya, Fenanlampir menyerukan perang dengan kalimat ’’Veni, Vidi, Vici’’ atau Beta (Saya) Datang, Beta Bertanding (Berlomba), Beta Juara’’. Veni, vidi, vici adalah kalimat Bahasa Latin yang terkenal dan berasal dari Julius Caesar, jenderal dan konsul Romawi pada tahun 47 SM. Julius Caesar menggunakan kalimat ini dalam pesannya kepada senat Romawi menggambarkan kemenangannya atas Pharnaces II dari Pontus dalam pertempuran Zela. Kalimat yang berarti Saya datang, saya melihat, saya menang/menaklukkan mengandung arti kemenangan mudah dan mutlak.
Kalimat ini sering salah kaprah ditulis sebagai Vini, Vidi, Vici. Di hadapan Ketua Umum KONI Maluku Karel Albert Ralahalu, Ketua Harian KONI Maluku Tony Pariela, Sekretaris Umum KONI Maluku Izaack Saimima, Wakil Sekum KONI Maluku Alfred Apituley, atlet dan pelatih Maluku Prestasi, Fenanlampir juga mengumandangkan Citius, Altius dan Fortius.
Ketiga kata ini adalah slogan Olimpiade tahun 1924 dari bahasa Latin yang berarti lebih cepat, lebih tinggi dan lebih Kuat dalam meraih prestasi. Yakni, lolos kualifikasi PON akhir tahun ini dan menyabet medali di PON 2016.
Dalam sudut pandang Fenanlampir, prestasi tak mungkin dapat diraih dengan persiapan singkat (instan) dan asal-asalan. Prestasi hanya dapat diraih dengan kerja keras dan semangat tempur tinggi. Di PON 2016 nanti, Maluku menargetkan perolehan 12 medali emas sekaligus masuk peringkat 17 Nasional dari 34 provinsi yang akan berpartisipasi.
Tidak ada kata tidak mungkin bagi orang yang ingin berprestasi. Sepanjang ada tekad, kekompakan dan kerja keras, prestasi apapun akan diraih. (rony samloy)


