Dana Pembangunan Gereja Romean Diduga Digelapkan

Ambon, Maluku Post.com – Warga jemaat Gereja Protestan Maluku di Desa Romean, Kecamatan Yaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, menengarai mantan Bendahara Panitia Pembangunan Gedung Gereja Silo jemaat GPM Romean Markus Atua telah menyalahgunakan Rp 300 juta lebih, dari total Rp 900 juta lebih sumbangan masyarakat, untuk kepentingan pencalonan dirinya sebagai calon anggota legislatif (caleg) pada 9 April 2014 silam.

Kabarnya sumbangan masyarakat Romean di seluruh dunia yang masuk ke kas panitia diduga didepositokan Atua untuk memuluskan langkah dirinya duduk di kursi legislatif.

Sinyalemen itu bukan tanpa alasan, sebab pada 8 April 2015,  Atua baru menyerahkan tunggakan sekitar Rp 160 juta kepada Panitia pembangunan gedung Gereja Silo dan disaksikan majelis jemaat setempat.

Totalnya, masih sekitar Rp 170 juta lebih yang belum disetorkan ke kas panitia maupun rekening majelis jemaat GPM Romean tanpa alasan yang jelas. Namun, informasi itu ditepis Atua yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD MTB periode 2014-2019 ini.

“Informasi kalau saya menggelapkan dana pembangunan gedung gereja Romean yang baru itu tidak benar. Sebab, waktu saya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif, saya dinonaktifkan sebagai majelis jemaat maupun bendahara panitia. Dan waktu itu uangnya disimpan atau belum diserahkan ke panitia maupun majelis jemaat GPM Romean,” sahutnya kepada Maluku Post via ponselnya dari Saumlaki, Kamis (30/4) malam.

Atua berdalih pada tahun 2012-2013, kas jemaat GPM Romean mengalami defisit, sehingga pihaknya menempuh kebijakan pinjam pakai untuk mengatasi kebutuhan mendesak jemaat, seperti membiayai orang sakit, biaya pendidikan lanjutan dan kebutuhan jemaat lainnya yang tak mungkin dibiarkan begitu saja, dari kas panitia.

“Jadi, karena kas jemaat defisit, ada sekitar Rp 160 juta yang kita pinjam pakaian dan menjadi tanggungan panitia untuk dilunasi. Waktu persidangan jemaat GPM Romean tahun ini saya sudah tegaskan akan melunasi tunggakan itu sebelum pelaksanaan persidangan jemaat GPM Romean tahun depan, dan baik majelis jemaat maupun panitia menyetujuinya,” kilahnya.

Atua mengakui jumlah sumbangan pembangunan gedung gereja Silo Romean yang masuk ke rekening panitia sebesar Rp 900 juta lebih, namun tunggakannya tidak sampai Rp 300 juta lebih seperti yang dilaporkan masyarakat Romean.

“Memang besarnya sumbangan ada sekitar Rp 900 juta lebih, tapi tunggakan yang harus dibayar hanya sekitar Rp 160 juta lebih,” tampiknya. 

Atua menuding ada pihak-pihak tertentu yang sengaja bermain di air keruh untuk menjatuhkan kredibilitas dirinya, sebab persoalan laporan pertanggungjawaban (LPJ) panitia pembangunan gedung gereja Silo Romean sudah tuntas.

“LPJ panitia sudah tuntas, kenapa baru saat ini dipersoalkan,” kesalnya. (09)

Pos terkait