Ambon, Maluku Post.com – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag) Kabupaten Kepulauan Aru akan memeriksa gudang beras 11 distributor di Dobo, ibu kota kabupaten setempat, dalam rangka mengantisipasi kemungkinan adanya beras plastik.
“Kami memeriksa gudang sehingga bila ditemukan, maka langsung memutuskan ‘mata rantai’ penyalurannya ke daerah ini,”kata Kepala Diskopperindag Kepulauan Aru, Ruddy Siwabessy, dihubungi dari Ambon, Kamis (21/5).
Ia menyatakan hal itu harus dilakukan demi menjaga kesehatan lebih dari 100 ribu jiwa penduduk di kabupaten tersebut.
Pemeriksaan langsung dilakukan di gudang karena 11 distributor itu memasok beras langsung dari Surabaya dengan memanfaatkan kapal milik masing-masing perusahaan.
“Jadi lebih efisien pengawasan langsung di masing – masing gudang sehingga bila ditemukan, maka diamankan, selanjutnya distributor bisa berkoordinasi dengan mitra bisnis mereka di Surabaya,” ujarnya.
Dia memastikan pemantauan juga akan diintensifkan di pasar – pasar, swalayan, minimarket maupun toko karena kemungkinan bisa saja pedagang memanfaatkan karakteristik wilayah Kepulauan Aru berupa kepulauan untuk memasok beras antarpulau.
“Kami mengintensifkan tim pengawasan yang rutin melakukan pemantauan setiap pekan sehingga masyarakat Kepulauan Aru tidak resah dengan beredarnya beras plastik ditemukan di Bekasi, Jawa Barat,” tegas Ruddy.
Sebelumnya, Menteri Perdagangan, Rachmat Gobel mengatakan, pihaknya akan menelusuri dari mana beras plastik yang beredar di Bekasi berasal.
Rachmat menegaskan, hingga saat ini Kementerian Perdagangan belum mengeluarkan izin impor beras, sehingga beras plastik tersebut diduga masuk secara ilegal.
“Kita akan telusuri dari mana asal usulnya, beras ini berbahaya untuk kesehatan dan harus segera diatasi,” tegasnya di Jakarta, Rabu (20/5).
Ia melanjutkan, Kementerian Perdagangan akan terus melakukan penelusuran di lapangan terkait adanya temuan beras plastik tersebut.
Selain itu, Rachmat juga tak segan untuk melakukan penindakan apabila pengedar beras plastik ditemukan. (ant/MP)


