Ibu Negara : “Ambon Belum Siap”

Hasil Evaluasi Kegiatan APEKSI Di Kota Ambon

Ambon, Maluku Post.com – Gelaran seluruh kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke 11 di kota Ambon, Provinsi Maluku, sejak 5 – 10 Mei 2015 telah berakhir.

Para tamu yaitu Walikota dari seluruh Indonesia atau perwakilannya yang hadir dalam even tersebut pun telah kembali ke daerahnya masing-masing.

Kehadiran Presiden RI, Ir Joko Widodo bersama sejumlah Menteri dan pejabat tinggi  lainnya dalam Rapat Kerja Nasional APEKSI, di Hotel TheNatsepa Resort, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah turut menambah pentingnya momen tersebut bagi para peserta yang hadir.

Namun ironisnya, suksesnya gelaran APEKSI ini oleh penilaian sebagian orang ternyata tak mampu menghindarkan Kota Ambon dari sejumlah persoalan selama ini yang sengaja ditutupi.

Pasca gelaran even tersebut, telah meninggalkan satu pekerjaan rumah yang harus segera disikapi dengan secepatnya oleh Pemerintah Kota Ambon jika tidak ingin hal itu menjadi hambatan terbesar di kemudian hari.

Apalagi, berhubung dengan sejumlah even besar yang bakal digelar di Kota Ambon pada waktu-waktu mendatang.

Awal penegasan tersebut terlontar dari ucapan Ibu Negara RI, Ny. Iriani Widodo yang disampaikannya sesaat setelah tiba di Natsepa Resort mendampingi sang suami Presiden RI, Ir. Joko Widodo dalam rangka menghadiri Rakernas APEKSI ke 11. 

“Ambon belum siap,” demikian cetus Ibu Negara kepada salah satu sumber terdekat istri orang nomor satu di Republik ini yang enggan namanya muat kepada Maluku Post disela-sela kegiatan APEKSI.

Saat itu, diakuinya, apa yang disampaikan Ibu Negara secara jelas mempertegas kesiapan Kota Ambon yang sesungguhnya dalam menggelar even tersebut bahwa Ambon belum siap.
Menurut sumber, pernyataan Ibu Negara semakin nyata dengan terungkapnya sejumlah fakta di lapangan yang sebenarnya sengaja ditutupi pihak Pemkot Ambon sejak awal.

“Dari awal, Walikota Ambon sudah tidak jujur terkait kesiapan fasilitas dan sarana pendukung di daerahnya dalam hal kapasitas atau daya tampung hotel sebagai tempat menginapnya para tamu yang notabene adalah para utusan dari setiap daerah peserta kegiatan APEKSI,” tuturnya.

Sumber membandingkan jumlah peserta yang hadir diperkirakan sebanyak 4000 ribu orang sementara kapasitas atau daya tampung pada hotel-hotel yang ada di kota Ambon hanya sekitar 400-an kamar mulai dari hotel kelas tertinggi hingga yang terendah.

“Akibatnya, banyak peserta yang harus tinggal di sejumlah penginapan yang sebenarnya tidak layak disediakan bagi tamu untuk even sebesar ini. Tapi saya tidak perlu menyebutkan lokasinya,” ujar sumber ketika diminta kesediaannya menyebutkan sejumlah nama tempat dimaksud.

Seharusnya, lanjut sumber, Walikota sejak awal penetapan Kota Ambon sebagai tuan rumah Rakernas APEKSI ke 11 pada 2014 lalu bicara jujur dan terbuka dengan kondisi dan fakta yang sebenarnya.

“Harusnya kan Walikota terbuka sama mereka, kalau di Kota Ambon begini kondisinya, hotelnya segini, daya tampungnya cuma segini sehingga mungkin bisa jadi masukan bagi Dewan Pengurus APEKSI untuk mempertimbangkan penunjukan kota lainnya,” lanjut dia.

Sumber kembali mengingatkan, jangan karena suatu ambisi yang terlanjur membumbung tinggi, lalu kemudian menutupi fakta yang sebenarnya. Karena pada akhirnya bisa berdampak buruk pada citra daerah itu sendiri.

Meski demikian, sumber enggan membeberkan lebih lanjut berbagai persoalan yang harus secepatnya dituntaskan karena menurut dia, Pemkot Ambon dalam hal ini Walikota dan jajarannya telah mengetahui secara jelas apa saja yang harus segera dibenahi.

“Kalau mau jujur, saya lihat kemajuan pembangunan di Kota Ambon ini sungguh luar biasa pesatnya dibanding sepuluh tahun yang lalu. Dan saya merasa nyaman berada di kota ini apalagi dengan sikap ramah yang ditunjukkan warga kota Ambon, sungguh luar biasa,” cetus sumber media ini. 

Olehnya itu, sumber berharap bahwa apa yang sudah terjadi hendaklah dijadikan koreksi, masukan dan pelajaran yang berharga bagi Pemkot Ambon untuk berbenah diri dengan sebaik-baiknya.

“Lebih baik kita jujur dari awal, karena sesuatu yang dimulai dengan ketidakjujuran maka hasil akhirnya pun tidak akan bagus,” pesannya. (01)

Pos terkait