Tokoh Muda Nilai Kinerja Panitia MTQ Amburadul
Ambon, Maluku Post.com – Sikap Panitia Musbaqah Tilawati Qur’an (MTQ) Provinsi Maluku XXVI yang menempatkan kafilah menempati Penginapan Kharisma di Desa Waisarisa Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang mengecewakan alias tidak punya etika.
Betapa tidak, penginapan itu satu lokasi dengan tempat hiburan malam atau karaoke (karaoke Kharisma). Oleh karena itu sangat tidak beralasan sekali jika kemudian tempat itu dijadikan akomodasi tempat tinggal kafilah. Hal ini disampaikan Ferry Kasale, salah satu tokoh pemuda kabupaten SBB di Ambon, Jumat (15/5).
Menurut Kasale, dirinya selaku anak daerah tidak sepakat dengan kondisi tersebut, sehingga tindakan panitia ini sangatlah memalukan dan menciderai citra masyarakat SBB.
“Ini hajatan religius jangan di cederai dengan kebijakan-kebijakan yang tak rasional, Saya kira masih banyak rumah – rumah penduduk baik muslim maupun Kristen yang bersedia menerima para kafilah dari berbagai daerah di Maluku untuk nginap dirumah mereka.”tandasnya.
Dijelaskannya, panitia dan pemerintah Kabupaten SBB lewat Bupati Jacobus Puttileihalat menyampaikan pernyataan resmi di media massa dengan lantang, bahwa persiapan kerja panitia sudah 100 % , namun ironisnya kok bisa panitia menyediakan tempat itu (Penginapan Karisma) untuk tempat tinggal kafilah. Dari kondisi ini kinerja panitia bisa dikatakan amburadul.
“Saya minta panitia untuk segera melihat kondisi ini, masih banyak tempat yang bisa dijadikan sarana akomodasi para Kafilah, jadi jangan nginap di situ dong! Ngawur itu.”kesalnya.
Dikatakan Kasale, panitia harus segera mencari alternatif lain sehingga jangan lagi kafilah ditempatkan di tempat itu (Penginapan Kharisma), sebab akan berdampak buruk terhadap citra masyarakat SBB.
“Kami masyarakat SBB sangat mendukung suksesnya Penyelenggaraan MTQ tersebut, sehingga kami tidak mau ada kesan buruk dari para kafilah terhadap pelayanan dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan even keagamaan tersebut.”pungkasnya. (01)


