Di bagian lain banyaknya kemelut internal yang tak mampu dituntaskan dengan baik memaksa kedua sosok ini harus berjiwa besar meletakkan jabatan sebelum berakhir masa kepengurusan. Selain itu, rangkap jabatan dan monopoli peran oleh segelintir orang mengindikasikan jika Asprov PSSI Maluku sudah tak kondusif lagi bagi para praktisi dan pemerhati sepakbola yang ingin belajar dan membina bakat-bakat terpendam di ’Bumi Seribu Pulau’.
“Saya tidak membenci pak Dirk Soplanit atau abang Supyan Lestaluhu, tetapi demi regenerasi dan penyegaran Asprov PSSI Maluku, sebaiknya kedua sosok ini mengundurkan diri karena baik pak Dirk Soplanit maupun abang Supyan Lestaluhu juga masuk dalam struktur kepengurusan PSSI Pusat pimpinan pak La Nyalla Mattalitti,” anjur Walalayo kepada Maluku Post via ponselnya, Kamis (28/5).
Menurut Walalayo, pengunduran diri Soplanit dan Lestaluhu merupakan langkah bijak dan terpuji demi menyelamatkan sepakbola Maluku yang kini masih dihantui banyak persoalan internal dan klasik yang sulit dituntaskan karena kesombongan dan penonjolan egoisme oknum-oknum pengurus Asprov PSSI Maluku.
“Saatnya pak Dirk dan abang Supyan memilih, mau tetap jadi ketua dan Sekjen Asprov PSSI Maluku atau mau jadi pengurus pusat. Harus memilih di antara satu tawaran itu. Mana mungkin jadi pengurus satu cabor tetapi rangkap jabatan. Biarlah pak Dirk dan abang Supyan memberikan kesempatan bagi sosok lain yang punya kepedulian membangun sepakbola Maluku,” desaknya.
Dirk Soplanit yang dikonfirmasi wartawan, menyatakan desakan mundur FPOM sangat tidak rasional dan mengada-ada.
“Sampai saat ini saya belum tahu dan belum terima SK dari PSSI Pusat tentang kedudukan saya sebagai pengurus PSSI kok ada yang mendesak untuk mundur. Dan juga belum tahu sikap saya untuk TO dan komite-komite,” sahutnya.
Dijelaskan Soplanit, menyangkut bendahara itu dibawah kewenangan kesekjenan sehingga tinggal diatur didalamnya siapa yang akan mengurus keuangan.
“Urusan bendaharawan itu sudah di bawah Kesekjenan, tinggal mereka mengatur siapa di Kesekjenan yang bertugas mengatur keuangan. Kenapa ada orang yang begitu cepat menjadi sirik?” heran mantan Dirut PT Bank Maluku ini. (09)


