LSPD: Pancasila Dapat Mencegah Separatisme

Ambon, Maluku Post.Com – Lembaga Studi Pancasila Darussalam (LSPD) menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat topik :”Peran Pancasila Dalam Menangkal Ideologi Separatis”. FGD ini berlangsung di pelataran kampus STIA Alaska, Sabtu (23/5).

Narasumber yang dihadirkan pada kegiatan tersebut ialah Ketua Bidang OKK DPD KNPI Kota Ambon Rusdy Rumata.

Puluhan mahasiswa turut berpartisipasi dalam kegiatan bernuansa ilmiah ini.

Dalam diskusi tersebut, Rumata menegaskan di tengah maraknya isu separatisme yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Pancasila hadir sebagai kekuatan untuk mencegahnya.

“Sebab, Pancasila memiliki kesaktian yang bisa memperkuat semangat Nasionalisme serta memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan anak bangsa atas pelbagai ideologi-ideologi separatis yang sudah ada atau yang akan muncul (bahaya laten) di kemudian hari.”paparnya.

Rumata memaparkan Indonesia sebagai Negara Kepulauan (Archipelagic State) yang memiliki keaneka ragaman suku, agama, ras, bahasa, adat istiadat, dan golongan di satu sisi merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang membedakannya dengan bangsa-bangsa lain di dunia sehingga kondisi faktual ini harus tetap dipelihara.

Dikatakan pula, di sisi lain keanekaragaman tersebut juga mengandung potensi konflik yang jika tidak dikelola dengan baik dapat mengancam keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa, seperti gerakan separatisme yang ingin memisahkan diri dari NKRI akibat dari ketidakpuasan dan perbedaan kepentingan yang dapat mengakibatkan terjadinya disintegrasi bangsa.

“Ancaman disintegrasi bangsa di beberapa bagian wilayah sudah berkembang sedemikian kuat. Oleh sebab itu, pengaruh lingkungan global dan regional mampu menggeser dan merubah tata nilai dan tata laku sosial budaya masyarakat Indonesia yang dapat berpengaruh besar terhadap pelbagai aspek kehidupan bangsa dan negara termasuk pertahanan keamanan (Hankam).”tandasnya.

Untuk itu pembangunan dan pengamanan wilayah NKRI harus dilakukan melalui pendekatan melalui pendekatan pembangunan, kesejahteraan, politik, hukum, dan Hankam.

Rumata menyatakan, pembangunan nasional yang diharapkan dapat menghasilkan kemajuan di pelbagai bidang kehidupan masyarakat seyogianya dijadikan sebagai landasan yang kokoh dalam upaya mencapai masyarakat Indonesia yang maju dan mandiri dalam suasana tenteram dan sejahtera lahir dan batin, dalam tata kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang berlandaskan Pancasila, yang pada kenyataannya belum terwujud dengan baik. Pancasila merupakan ideologi negara yang lahir dari ide-ide bangsa yang mengandung nilai-nilai hakiki.

“Menghadapi situasi dan kondisi demikian kita harus memiliki satu visi. Baik para pemimpin pemerintahan, sipil maupun militer, juga para elite politik, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh partai serta media massa. Selain penyamanan visi, aktualisasi peran Pancasila sangat penting dilakukan agar setiap bentuk ideologi separatis itu dapat dengan mudah dicegah,” jelas Rumata. (09)

Pos terkait