Sejumlah pengprov cabor di Maluku yang jarang, bahkan nyaris tak pernah membina atlet, antara lain layar (Porlasi), judo (PJSI) dan senam (Persani). Pandangan ini disampaikan Wakil Ketua Umum interim Forum Penyelamat Olahraga Maluku (FPOM) Kamarudin Bolat dalam bincang-bincang dengan Maluku Post di Café Ocean, Jalan Anthony Rhibok Ambon, Sabtu (23/5).
“Selama ini Porlasi Maluku tak pernah bina anak-anak usia dini atau anak-anak remaja Maluku untuk menekuni layar, padahal potensinya banyak, tinggal dibina serius. Biasanya mau Pra PON baru pengurus Porlasi dekati prajurit-prajurit TNI-AL untuk membela tim Maluku. Ini namanya pembodohan dan pembohongan publik. Herannya KONI Maluku seperti tak mempedulikan hal ini, malah membiarkan sandiwara ini terus terjadi,” kecam aktivis asal Seram Timur ini.
Sudah begitu, tandas Bolat, Porlasi Maluku acapkali lihai menggunakan ’tangan-tangan tertentu’ di KONI Maluku untuk berangkat ke PON. Padahal, sejauh ini layar mengikuti PON dengan jatah PB Porlasi atau wild card.
“Sebagai pemerhati olahraga, kami menyerukan agar Porlasi maupun pengprov cabor yang tak pernah bikin pembinaan atau bermanajemen tukang sate dibekukan saja daripada bikin pusing pemda dan KONI Maluku. Ini penting agar organisasi cabor di Maluku dapat termotivasi untuk lebih profesional di masa mendatang,” pungkasnya. (09)


