Pendidikan Politik Hindari Kekerasan Dalam Pilkada

Ambon, Maluku Post.com – Wakil Ketua DPW PKB Maluku Habibah Pellu menegaskan, partai wajib memberikan pendidikan politik yang baik kepada rakyat guna menghindari aksi kekerasan yang timbul saat berlangsung proses pemilihan umum kepala daerah.

“Tahun ini ada pilkada langsung di empat kabupaten dan PKB sedang memproses para kandidat yang mendaftar untuk mendapatkan rekomendasi, tetapi yang terpenting adalah pendidikan politik bagi rakyat,” kata Habibah Pellu, di Ambon, Senin (11/5).

Ia mengatakan, dalam pesta demokrasi tentu ada sikap suka dan tidak suka terhadap setiap kandidat, namun yang perlu dihindari adalah tindakan anarkis.

Dalam konteks itu, menurut dia, peranan partai sangat strategis dalam memberikan pendidikan politik guna mendewasakan serta mencerdaskan emosi dan spiritual masyarakat.

“Tidak perlu menebarkan kebencian dan isu-isu yang membuat masyarakat terprovokasi dan akhirnya berbuat anarkis,” katanya.

DPW PKB Maluku saat ini telah berproses terhadap sejumlah bakal calon bupati dan cawabub dari empat kabupaten yang ingin mendapatkan rekomendasi partai tersebut.

Proses seleksinya sudah dilaksanakan sesuai mekanisme partai yang dimulai dari tingkat cabang dan seluruh berkas kandidat sudah diteruskan ke tingkat DPP.

“Mereka akan mengikuti uji kalikan dan kepatutan di tingkat DPP, jadi sampai sekarang belum ada keputusan rekomendasinya diberikan kepada figur mana, baik di Kabupaten Kepulauan Aru, Seram Bagian Timur, Buru Selatan, dan Kabupaten Maluku Barat Daya,” katanya.

Khusus untuk Kabupaten SBT, Partai Kebangkitan Bangsa memiliki dua kursi di DPRD setempat dan empat balon bupati serta cawabub yang mendaftar diantaranya Mukti Keliobas, Siti Suruwaki, Taslim Tuhuteru, serta Nujur Rumain.

“Nujur merupakan orang PKB yang dua kali menjadi anggota DPRD SBT dan saat ini mendaftar sebagai cawabub, tetap PKB tetap bersifat terbuka dan selektif terhadap semua kandidat yang mendaftar,” ujarnya. (ant/MP)

Pos terkait