Pertemuan Tripartij Bahas Tim Futsal Pra PON Maluku

Ambon, Maluku Post.com – Pemerhati futsal Domi Alexander Latupeirissa menilai pengurus teras Asosiasi Futsal Daerah (AFD) Maluku masa bakti 2014-2018 belum bernyali membentuk tim futsal Pra PON Maluku sebagai langkah memperjelas peran, tugas dan fungsi otoritas futsal Maluku ini atas keangkuhan oknum pengurus KONI Maluku. 

“Pemerhati maupun masyarakat futsal di Maluku, khususnya di Ambon dan sekitarnya kini masih menanti jawaban tegas dari pengurus AFD Maluku. Apakah tim yang dibentuk Oei Sianatra Wijaya dan Mory Poetiray itu tim resmi Pra PON Maluku atau bukan. Kalau memang bukan, AFD Maluku harus bersikap tegas dengan membentuk tim pra PON Maluku yang sah sesuai domain yang dimiliki (AFD Maluku),” ujar Domi kepada Maluku Post di Ambon, Jumat (22/5).

Domi menilai Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Maluku dan AFD Maluku tak punya keharmonisan peran dengan KONI Maluku sehingga terbentuklah tim bayangan futsal Pra PON Maluku yang masih menuai kontroversi hingga saat ini.

“Masyarakat masih bertanya-tanya, siapa yang salah dan siapa yang benar dalam kasus pembentukkan tim futsal Pra PON Maluku. Ini harus diklarifikasi Asprov PSSI Maluku, AFD Maluku maupun KONI Maluku. Paling tidak harus ada pertemuan tiga pihak (tripartij) untuk membahas kontroversi tim futsal Pra PON Maluku ini sehingga ada jalan keluarnya dan kasus ini tidak selamanya membingungkan masyarakat,” anjurnya.

Sementara itu di tempat terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) AFD Maluku Junus Eduward Kailuhu ketika dikonfirmasi menolak berkomentar menyangkut komplain praktisi futsal yang menuding AFD Maluku tak bernyali membentuk tim futsal Pra PON Maluku.

“Bukan kita tidak punya nyali. Nanti ketua (AFD Maluku) yang punya domain untuk mengklarifikasi hal ini,” elaknya. (09)

Pos terkait