Tak Pernah Bina Atlet, Sebaiknya Porlasi Maluku Dibekukan Saja

Kamarudin Bolat
Ambon, Maluku Post.com – Dalih tak rasional Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Pengprov Porlasi) Maluku, Arie Sahetapy, bahwa selama 5 tahun terakhir pihaknya sama sekali tidak memperoleh dana pembinaan KONI Maluku dinilai sebagai sesuatu yang mengada-ada dan bentuk pelarian diri dari tanggung jawab pembinaan berkesinambungan yang harus dilakukannya. 

“Kalau mau urus olahraga, tetapi hanya mengharapkan dana pembinaan dari KONI Maluku, lebih baik tidak usah. Kalau cara begini sopir taxi atau tukang becak juga bisa karena tidak sulit kok,” kritik Wakil Ketua Umum (Waketum) interim Forum Penyelamat Olahraga Maluku (FPOM) Kamarudin Bolat kepada Maluku Post via ponselnya, Selasa (26/5).

Bolat mengungkapkan jika Arie Sahetapy tulus dan serius membina cabang olahraga, tak perlu yang bersangkutan hanya mengharapkan dana pembinaan dari KONI Maluku.

“Kalau mau jadi Ketua Pengprov cabor, ya kerja keras cari dana dong, jangan hanya minta-minta di KONI Maluku. Itu kalau tulus dan serius mau bangun olahraga Maluku. Saya yakin ketua Porlasi Maluku tidak tulus dan tidak serius ingin majukan olahraga layar di daerah ini,” ungkapnya.

Bolat menyerukan KONI Maluku segera membekukan Porlasi Maluku karena mati suri dalam pembinaan dan prestasi.

“Solusi terbaik hanya bekukan Porlasi Maluku,” desak aktivis asal Seram Timur ini.

Sementara itu ketika dikonfirmasi menyangkut komentar Waketum FPOM Kamarudin Bolat itu, Arie Sahetapy menampiknya.

“Saya sekarang di Jakarta. Ada keluarga terdekat saya yang meninggal. Tapi, kalau mau jujur selama 5 tahun ini saya tak pernah dapat dana pembinaan atau dana stimulan dari KONI Maluku. Itu omong kosong semua. Padahal, kalau dulu itu ada dana pembinaan dari KONI Maluku. Saya tidak tahu kenapa?” sahutnya.

Sahetapy menampik tudingan kalau dirinya tidak tulus dan tidak serius membina layar Maluku.

“Bukan saya tidak serius atau tidak tulus. Memang kita dituntut punya kewajiban, tapi hak kita juga harus dikasih KONI Maluku agar saling membantu lah biar sedikit sedikit gitu. Masak kita sendiri yang cari dana sementara KONI Maluku tidak pernah bantu sedikitpun,” kelitnya heran.

Disinggung soal usulan pembekuan Porlasi Maluku, Sahetapy tidak ingin berspekulasi dan menyerahkan kewenangan sepenuhnya pada manajemen KONI Maluku.

“Saya heran kenapa saudara Dos Santos Walalayo membenci saya. Kalau bubarkan Porlasi ya silahkan. Saya juga sudah tua, mau bikin apa lagi. Saya juga sudah capek kok,” tutupnya. (09)

Pos terkait