Bupati Buru Canangkan Bupolo Magrib Mengaji

Namlea, Maluku Post.com – Dengan ditandai dengan pemukulan bedug di Namlea Kabupaten Buru, Rabu (10/6) kemarin, Bupati Buru resmi mencanangkan Bupolo Magrib Mengaji sekaligus melakukan khatmil Qur’an atau wisudawan TPA/TPQ dari 10 Kecamatan di Kabupaten Buru.

Pencanangan Bupolo Magrib Mengaji ini merupakan program kerja sama antara pemerintah kabupaten Buru dengan kementerian Agama Kabupaten buru serta Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Buru dan juga dukungan dari seluruh masyarakat

Ketua Panitia Bupolo Magrib Mengaji, Sukmawaty Umasugi yang juga merupakan Ketua TP PKK Kabupaten Buru dalam sambutannya mengatakan, saat ini anak-anak sudah banyak terpengaruh dengan informasi dan teknologi melalui televisi, handphone maupun film-film yang tidak mendidik, selain facebook dan media sosial lainnya sehingga perlahan-lahan nilai keagamaan mulai dilupakan.

“Dulunya anak-anak sebelum waktu magrib sudah memegang Al Qur’an dan mengaji, akan tetapi pada waktu sekarang ini waktunya lebih banyak dihabiskan dengan menonton televisi ataupun asik bermain memegang hanndphone. Mudah-mudahan dengan pencangan Bupolo Magrib Mengaji ini diharapkan anak-anak kembali dapat mengaji dan tidak bermain di waktu Magrib,” Jelas Sukmawaty.

Sementara itu, Bupati Buru Ramly Umasugi menandaskan, akan menjadikan Bumi Bupolo ini sebagai proyek peradaban untuk menyelamatkan anak-anak dari perbuatan negatif dari kemajuan teknologi yang akan merusak nilai-nilai moral maupun nilai agama.

Menurut Bupati, dirinya juga akan membuat peraturan daerah (Perda) yang melarang anak-anak untuk keluar rumah pada waktu Magrib hingga menjelang Isya dan akan menempatkan petugas-petugas yang akan mengawasi anak-anak apabila masih berkeliaran di tempat-tempat umum.

“Saya juga tidak menyangka kalau peserta wisuda sangat banyak dan antusias para orang tua yang datang dari jauh untuk mengikuti acara ini”, kata Umasugi.

Pada kesempatan itu, Bupati Buru Ramly Umasugi menghadiahkan Al Qur’an dan terjemahannya apabila para santri/santriawan dapat menjawab pertanyaannya tentang surat apa yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk membaca.

Sontak saja tiga orang anak langsung maju ke panggung utama dan menjawab pertanyaan Bupati Buru tersebut dan membacanya yakni Iqra.

Untuk diketahui, khatmil Qur’an tersebut mewisudakan 1865 santri dan santriawan dan 10 kecamatan yang ada di negeri bertajuk Bupolo tersebut. (SI)

Pos terkait