Hal ini disampaikan oleh Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff dalam sambutannya, yang dibacakan staf ahli ESDM Bram Tomasoa dalam acara konferensi provinsi VIII PGRI Maluku tahun 2015, yang berlangsung di Ambon, Sabtu (06/06).
Dikatakan, organisasi PGRI selama ini telah menunjukkan eksistensi dan peran penting dalam memberikan kontribusi yang berarti bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Menurutnya, sebagai organisasi profesi, PGRI tentu harus mampu menjadi wadah bagi para guru untuk beraspirasi, berekspresi dan menghasilkan karya-karya serta pemikiran yang lebih kontekstual.
Dalam konteks ini, lanjut Assagaff profesionalitas guru sebagai motor penggerak pendidikan, tidak akan dapat berdiri sendiri tanpa didukung oleh aspek-aspek lainnya, seperti ketersediaan sarana-prasarana, program kerja dan perencanaan yang terarah dan terukur, dukungan anggaran, dan lain sebagainya. Hal inilah yang mesti disikapi secara bijak oleh pengurus PGRI.
Sementara itu, Ketua umum besar PGRI Nelson, mengatakan, pelaksanaan kofnerensi dimaksud untuk mengevaluasi berbagai program, dan memilih kepengurusan baru.
“Kita berharap kepengurusan nanti mempunyai kemauan dalam memperjuangkan pendidikan yang ada di Maluku, serta membangun kerjasama dengan pemerintah, perguruan tinggi dalam menyikapi permasalahan pendidikan yang selama ini belum bisa terlaksana dengan baik,”ujarnya.
Selain itu dikatakan, hal yang perlu dilakukan adalah pembenahan keanggotaan dengan baik, sehingga anggota yang terpilih mempunyai kualitas dan kompeten dalam menjalankan organisasi ini. Tak hanya pembenahan juga perlu dilakukan bukan hanya sampai pada tingkat Kabupaten/kota, cuma juga harus sampai ke tingkat cabang dan ranting yang ada di Provinsi Maluku.
Ditempat yang sama, Ketua PGRI Maluku Domingus Latuhamalo, mengatakan selama ini PGRI Maluku selalu memberikan masukan kepada pemerintah berupa pemikiran yang kritis dengan tujuan memperbaiki sistem pendidikan yang ada demi peningkatan dan kesejahteraan guru.
Dijelaskan Latuhamalo, masih ada banyak program yang belum terlaksana, diantara lain kinerja belum optimal, mekanisme pelatihan guru belum berjalan maksimal, konsolidasi organisasi belum efektif, dan berbagai faktor lainnya yang turut berpengaruh pada perkembangan organisasi.
“Selain itu kesejahteraan guru yang belum tuntas, dalam hal tunjangan sertifikasi guru yang belum dibayar, perlakuan kewenangan oleh masyarakat dan TNI/Polri terhadap guru, politisasi guru dan berbagai masalah lainnya, dan hal ini merupakan tanggung jawab kita dalam menyelesaikan persoalan dimaksud.”tandasnya.
Olehnya itu, kepengurusan yang nantinya akan terpilih dapat melanjutkan tanggung jawab untuk membenahi semuanya, sehingga guru di Maluku bisa hidup lebih sejahtera. (07)


