“Alokasi dana subsidi ini untuk kegiatan pasar murah jelang perayaan hari besar keagamaan. Khusus untuk bulan Suci Ramadhan pasar murahnya akan digelar Sabtu (6/6),” kata Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku Bustaman Ohorella, di Ambon, Jumat (5/6).
Pasar murah guna meringankan beban masyarakat Muslim yang akan melaksanakan Puasa selama sebulan tersebut akan dipusatkan di dua lokasi yakni di halaman Islamic Center serta lapangan Lapangan Tanah Rata Galunggung, Kecamatan Sirimau.
Sedangkan pasar murah keliling (mobile) akan dilakukan di dua tempat kecamatan Leihitu dan Salahutu selama dua hari yakni 12-13 Juni 2015.
“Khusus pasar murah mobile dikhususkan untuk warga di dua kecamatan tersebut, sehingga tidak membebani masyarakat yang ingin memperoleh kebutuhan pokok dengan harga murah, dan mereka tidak perlu mengeluarkan biaya transpor ke pasar,” katanya.
Kebutuhan pokok yang akan disediakan pada pasar murah tersebut diantaranya telur sebanyak 148.500 butir, terigu 4.110 kg, gula pasir 8.800 kg, susu kental manis merek Omela 4.800 kaleng, minyak goreng Bimoli sebanyak 4.200 liter.
Harga jual kebutuhan pokok tersebut lebih murah dari harga di pasar tradisional, diantaranya telur Rp1.000 per butir, terigu Rp7.500 per kg, gula pasir Rp10.000 per kg, susu kental manis Omela Rp7.000 per kaleng, minyak goreng Bimoli Rp12.000 per liter.
Warga yang akan membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah pada padar tersebut, sebelumnya telah diseleksi dan diberikan kupon khusus. Langkah ini dilakukan untuk mencegah warga yang mampu berbelanja pada murah tersebut.
“Kebutuhan pokok yang dijual dipasar murah sediakan oleh distributor yang telah bekerja sama dengan Disperindag Maluku, di mana selisih harga jual sebesar Rp1.000 ditanggulangi oleh pemerintah daerah,” katanya.
Dia berharap pasar murah yang digelar setiap tahun jelang hari besar keagamaan tersebut, dapat meringankan beban masyarakat, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Bustaman Ohorella menambahkan, jumlah barang yang disediakan pada pasar murah tersebut meningkat 40 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya serta tidak mempengaruhi ketersediaan stok kebutuhan pokok di Maluku.
“Berdasarkan hasil koordinasi dengan distributor stok kebutuhan pokok di Maluku mencukupi hingga dua bulan mendatang. Karena itu masyarakat tidak perlu khawatir akan kemungkinan terjadinya kelangkaan di pasaran,” tambahnya. (ant/MP)


