“Pelatihan sekaligus sosialisasi merupakan kebijakan gerakan pramuka tingkat nasional yang harus ditindaklanjuti oleh Kwartir daerah (kwarda) dan kwarcab untuk mengandalikan penyakit TB yang merupakan penyebab kematian ke empat di Indonesia,” kata Ketua Kwarcab Pramuka kota Ambon, Anthony Gustaf Latuheru, Jumat (12/6).
Ia mengatakan, pramuka merupakan organisasi pendidikan yang bertujuan membentuk sikap pramuka agar berakhak mulia, berjiwa patriotik, menjunjung tinggi nilai lihur bangsa dan menjadi masyarakat yang peduli sesama dan lingkungan.
Dalam upaya mencapai tujuan pramuka melakukan upaya membekali anggota dengan berbagai kegiatan yakni pengendalian penyakit TB “Kami berharap para penegak dan pandega memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan tentang penyakit TB, sehingga kedepan mereka dapat mengidentifikasi pasien dan selanjutnya ditindaklanjuti ke Puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan,” katanya.
Menurut Anthony, provinsi Maluku yakni Kota Ambon dan Kebupaten Maluku Tenggaran (Malra) merupakan satu dari lima provinsi di Indonesia yang menjadi sasaran pengendalian penyakit TB.
Selain Maluku empat provinsi lainnya yakni Sumatera Utara (Medan dan Binjai), Jambi, Nusa Tanggara Timur (Kupang dan Atambua) dan Papua (Nabire).
“Pencegahan dan pengendalian TB merupakan tugas bersama seluruh lapisan masyarakat termasuk pramuka bukan hanya Kementerian Kesehatan, paling tidak pramuka bisa melihat tanda-tanda selanjutnya berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat,” ujarnya.
Ia mengakui, Saka Bakti Husada atau petugas kesehatan belum terbentuk di kota Ambon, tetapi pihaknya berupaya agar kedepan dapat dibentuk sehingga pramuka bisa mengembangkan pengetahuan di bidang kesehatan.
Saka Bakti Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.
Tujuan Pembentukan Saka Bakti Husada,untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkunganya.
Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugus depan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik, yakni praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluan. (ant/MP)


