“Saudara Edy Kailuhu (Junus Eduward Kailuhu) itu kan bukan manusia super yang akan mampu mengerjakan seluruh tugas dan pekerjaan di sepakbola dan futsal secara maksimal dalam waktu yang sama. Karena itu, kalau mau tetap jadi PP dan IW sepakbola dan futsal, yang bersangkutan harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekjen AFD Maluku, dan ini harapan saya sebagai mantan pemain PSA,” desak Ateng, sapaan akrab Marthin Angwarmasse, kepada Maluku Post via ponselnya, Senin (8/6).
Ateng memaparkan kerusakan dunia persepakbolaan maupun futsal Maluku semata-mata ditentukan karakter dan mental oknum-oknum praktisi sepakbola dan futsal yang suka merangkap jabatan dan peran untuk memetik keuntungan material, bukan untuk membina dengan ketulusan.
“Apa sepakbola dan futsal Maluku ini sudah tak ada orang lain lagi yang mampu mengurusinya. Sebenarnya ada, hanya saja ada oknum-oknum termasuk saudara Edy Kailuhu yang tidak rela memberikan kewenangan dan tugas ini kepada orang lain.”pungkasnya.
Istilahnya lanjut Angwarmase, bahwa regenerasi tidak berjalan baik karena disumbat orang-orang seperti Edy Kailuhu cs. Jangan makan berkat sendirilah, harus bagi juga kepada orang lain, sebab tugas pembinaan sepakbola dan futsal ini merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat yang punya ketulusan dan kepedulian untuk itu.
“Agar tidak mau dibilang overlapping dan monopoli tugas, sebaiknya saudara Edy Kailuhu memilih salah satu, mau fokus di mana apakah sepakbola atau futsal. Sebagai mantan pemain saya sangat sedih melihat kondisi ini,” tegas mantan pemain terbaik Indonesia Timur di Makassar, Sulawesi Selatan pada paruh 180an itu. (09)


