Tak Fokus dan Overlapping, Sekjen AFD Maluku Disarankan Mengundurkan Diri

Sekjen AFD Maluku, Edy Kailuhu
Ambon, Maluku Post.com – Untuk mendukung tertibnya administrasi pembinaan sekaligus menopang sehatnya regerenasi di dunia persepakbolaan maupun futsal Maluku, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Futsal Daerah (AFD) Maluku 2014-2018 Junus Eduward Kailuhu disarankan mengundurkan diri dari jabatannya dan dilaksanakan pemilihan Sekjen AFD Maluku yang baru.

“Kalau pak Edy (Junus Eduward Kailuhu) tulus, tidak mencari keuntungan dan tidak memonopoli sepakbola dan futsal, dengan jiwa besar beliau harus mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekjen AFD Maluku. Sekali lagi itu kalau beliau tulus dan mau memajukan sepakbola dan futsal,” saran pemerhati olahraga Maluku, Domi Alexander Latupeirissa kepada Maluku Post, Rabu  (3/6).

Domi mengungkapkan, rangkap tugas sebagai Sekjen AFD Maluku, Instruktur Wasit (IW) dan Pengawas Pertandingan (PP) sepakbola dan futsal menunjukkan betapa Junus Eduward Kailuhu tidak fokus dan overlapping peran sehingga menutup ruang bagi kader-kader terbaik Maluku untuk menjalankan tugas serupa di kemudian hari. 

“Sepakbola dan futsal Maluku ini menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh masyarakat yang berkompeten dan mau terlibat dalam proses ini. Karena itu, alangkah naïf dan tidak dapat ditoleransi jika banyak tugas hanya dijalankan satu orang atau satu orang menguasai banyak pekerjaan yang membuat orang tersebut arogan, monopoli, dan hanya mencari keuntungan pribadi di balik misi memajukan sepakbola dan futsal Maluku,” kritiknya.

Domi menyarankan Sekjen AFD Maluku agar fokus pada tugas pokok dan fungsinya sehingga AFD Maluku akhirnya tak dituding sebagai organisasi hanya nama karena hanya dikendalikan Sekjen AFD Maluku, padahal banyak sosok yang duduk dalam kepengurusan AFD Maluku masa bakti empat tahun ke depan. 

“Bukan kami tidak suka pak Edy, tetapi ini demi kemajuan sepakbola dan futsal. Perlu ditegaskan kalau tugas seorang Sekjen AFD Maluku itu jauh lebih berat dan sangat sulit ketimbang hanya menjadi IW dan PP di pertandingan sepakbola dan futsal. Mau fokus dimana. Kalau fokus di sepakbola, ya harus undur diri dari Sekjen AFD Maluku. Sebaliknya kalau fokus di AFD Maluku ya kasih kesempatan kepada orang lain untuk menjalankan tugas sebagai IW dan PP, jangan serakah, jangan makan sendiri, kasih berkat juga bagi orang lain,” imbau aktivis mahasiswa ini.

Ketika dikonfirmasi, Junus Eduward Kailuhu bergeming dirinya punya kapasitas jelas dan kontribusi nyata untuk sepakbola dan futsal Maluku sehingga tak perlu dipersoalkan.

“Menurut mereka silahkan saja, tetapi kalau tidak bisa berbuat apa-apa untuk sepakbola dan futsal jangan cuma bicara. Tolong berbuat untuk futsal, jangan cuma mengiri (sirik) orang. Kalau mau bicara ambil kaca (cermin) lalu kaca diri,” sahutnya pedas.  (09/tim)

Pos terkait