Warga Banda Gempar Warna Air Laut Menjadi Merah

Ambon, Maluku Post.com – Warga Kampung Pulau Ai, di Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, panik dan digegerkan dengan fenomena perubahan warna air laut di daerah itu, Minggu (21/6/2015). Hal ini lantaran air laut di wilayah tersebut tiba-tiba saja berubah warna menjadi merah.

Kondisi ini membuat warga yang umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan itu enggan melaut seperti biasanya. Warga mengaku memilih tidak melaut karena takut terjadi sesuatu. Fenomena ini pun baru pertama kali terjadi di daerah tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Fitriansa Ahmad, yang dihubungi via seluler dari Ambon, Senin (22/6) mengatakan bahwa perubahan air laut dari kebiruan menjadi merah seperti darah membuat warga pesisir di pulau itu kini merasa sangat khawatir.

“Kita semua panik  dan dibuat geger saat melihat air laut berubah seperti darah,” kata Fitriansa.

Fenomena itu pun menimbulkan berbagai spekulasi di masyarakat yang mendiami pulau kecil di gugusan Kepulauan Banda itu. Warga beranggapan, air laut yang tiba-tiba berubah seperti darah itu pertanda bahwa sesuatu akan terjadi.

“Ini pasti pertanda sesuatu akan terjadi, tetapi kita belum tahu apa yang akan terjadi. Semoga bukan pertanda bahaya,” kata Abdullah, salah satu warga lain.

Perubahan air laut menjadi seperti darah ini spontan membuat warga pesisir yang umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan di pulau itu memilih tidak melaut dan hanya beraktivitas di rumah.

“Tidak ada yang berani melaut. Kami sendiri takut ke laut karena memang air lautnya seperti darah,” katanya.

Terkait dengan fenomena ini, masyarakat meminta pihak LIPI maupun instansi terkait untuk segera memyelidiki kejadian ini, agar masyarakat bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di di daerah mereka. (PM)

Pos terkait