Wali Kota Ingatkan Warga Ancaman Musim Hujan

Ambon, Maluku Post.com – Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy mengingatkan warga agar mewaspadai ancaman musim hujan yang diprediksikan pada Juni 2015 intensitasnya relatif tinggi.

“Curah hujan pada Juni 2015 ini intensitasnya relatif tinggi sehingga harus diwaspadai kemungkinan terjadinya banjir maupun tanah longsor,” katanya, di Ambon, Senin (22/6).

Dia mengakui, bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) teknis telah meninjau sejumlah titik rawan longsor dan mengingatkan warga yang bermukim di sekitarnya agar mewaspadai bencana alam.

“Potensi longsor tetap harus diwaspadai dengan intensitas hujan relatif tinggi. Apalagi, musim hujan diprakiraan hingga akhir Juli atau awal Agustus 2015,” ujar Richard.

Karena itu, masyarakat juga diingatkan agar memperhatikan kebersihan lingkungan, terutama sampah tidak dibuang sembarangan maupun tempat telah disediakan Pemkot Ambon.

Begitu pun, drainase dibersihkan agar tidak tersumbat sehingga kemungkinan bisa terjadi banjir.

Dia mengakui telah menginstruksikan Dinas Sosial maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah diingatkan agar siaga mengantisipasi kemungkinan terjadinya tanah longsor maupun banjir.

Masyarakat bila melihat adanya ancaman longsor maupun banjir agar segera dilaporkan kepada aparat terdekat seperti Lurah, Raja, Camat, Dinsos maupun Posko di BPBD.

“SKPD teknis siaga bila terjadi bencana alam sehingga itu harus dilaporkan sesegara agar dikoordinasikan lintas sektoral, termasuk dukungan TNI/Polri,”tegas Richard Louhenapessy.

Sebelumnya Gubernur Maluku, Said Assagaff telah memperingatkan sembilan Bupati dan dua Wali Kota agar mengantisipasi kerawanan musim hujan dengan bahaya banjir dan tanah longsor pada awal Mei hingga Agustus 2015.

Peringatan tersebut karena Maluku termasuk nomor dua tertinggi rawan bencana se-Indonesia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan indeks kerentanan bencana periode 2013-2018 menempatkan Maluku dalam skor 187 atau masuk dalam kelas risiko tinggi nomor dua setelah Provinsi Sulawesi Barat. (ant/MP)

Pos terkait