“Pelatihan penanggulangan bencana perlu dilakukan sebagai upaya antisipasi dini bagi para siswa dan guru, agar ketika terjadi bencana dapat ditanggulangi bersama,” kata Kepala BPBD Kota Ambon Enrico Matitaputty di Ambon, Selasa (30/6).
Ia mengatakan, penanggulangan bencana bukan merupakan solusi untuk mengatasi bencana, tetapi yang terpenting adalah kepedulian seluruh pihak untuk menjaga lingkungan dengan tidak merusaknya.
“Kepedulian para siswa sejak dini untuk merawat dan menjaga lingkungan merupakan langkah penting lingkungan terpelihara sehingga jika terjadi musim hujan tidak akan menimbulkan bencana alam,” katanya.
Menurut Enrico, Ambon merupakan salah satu daerah rawan bencana longsor maupun banjir dan terjadi hampir setiap tahun.
“Bencana yang terjadi berdampak timbulnya korban jiwa dan harta benda dan tentunya menyisakan kepedihan bagi warga kota, karena itu perlu penanggulangan sejak dini bagi seluruh pihak,” ujarnya.
Pihaknya telah melakukan penandatanganan kesepakatan dengan Pemerintah Pusat untuk memberikan pendidikan kepada para guru dan siswa sekolah.
Pendidikan yang akan diberikan adalah bagaimana para siswa dikenalkan dengan bentuk bencana dan bagaimana cara mengatasinya.
“Siswa harus diberikan pemahaman tentang bencana dan mereka juga harus tahu bagaimana cara menangani apabila terjadi bencana pada kawasan yang jauh dari pusat kota yang membutuhkan penanganan segera,” katanya.
Tahap awal kata Enrico, sosialisasi tahap awal akan dilakukan kepada siswa tingkat SMA/SMK terlebih dulu karena dianggap mampu dan menyampaikan kepada masyarakat di lingkungan sekitar.
BPBD juga sebelumnya telah melatih relawan tangguh bencana untuk memfasilitasi dan pengembangan pemberdayaan masyarakat menuju desa dan kelurahan tangguh bencana.
“Pelatihan yang dilakukan untuk membina dan mengembangkan relawan dalam melibatkan diri pada kegiatan penanggulangan bencana dan menjadi pionir yang tidak bergantung pada bantuan pemerintah,” katanya. (ant/MP)


