“Saya yakin pekerjaan pembangunan Jembatan Merah Putih akan selesai tepat waktu dan diresmikan Presiden saat menghadiri pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional di Ambon, Oktober 2015,” kata Gubernur Said usai bertemu pimpinan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah X Maluku dan Maluku Utara di Ambon, Selasa (30/6).
Gubernur Said memanggil Kepala BPJN Wilayah X Maluku dan Maluku Utara Wahyudi Mandala Putra dan Kepala Satuan Kerja (Satker) Jembatan Merah Putih Christ Lesmono untuk menanyakan progres pembangunan mega proyek tersebut, karena terkesan lambat.
Gubernur mengaku Presiden Jokowi saat berkunjung ke Ambon Mei lalu, menaruh perhatian terhadap pembangunan Jembatan Merah Putih dan berjanji meresmikannya pada Oktober 2015.
“Bapak Presiden sudah berjanji meresmikan Jembatan Merah Putih Oktober 2015. Presiden sendiri juga menanyakannya langsung kepada Menteri PU, Basuki Hadi Muljono dan telah disanggupi pekerjaannya selesai Oktober 2015,” kata Said.
Gubernur mengaku telah mendengar langsung progres pembangunan JMP dari Kepala BPJN Maluku dan Maluku Utara serta Satker yang menangani pekerjaan, termasuk hambatan yang dihadapi dalam penyelesaian pekerjaan jembatan sepanjang 1.060 meter dan dibiayai APBN sebesar Rp769 miliar dan APBD Maluku sebesar Rp25 miliar tersebut.
Menurut dia, Satker menjamin pekerjaan selesai pada 2 Oktober. Paling cepat selesai akhir Septemer mendatang, sehingga bisa diresmikan oleh Kepala Negara saat pembukaan Pesparawi.
Masalah utama yang dihadapi saat ini yakni kondisi cuaca tidak menentu, terutama hujan dan angin, sehingga Satker juga mempertimbangkan masalah keselamatan para pekerja.
“Memang keselamatan para pekerja sangat diutamakan, tetapi saya telah meminta kontraktor untuk bekerja secara serius dan bila perlu pekerjaannya selama 24 jam, sehingga dapat selesai tepat waktu,” kata Gubernur.
Satker JMP Christ Lesmono mengatakan prores pekerjaan telah mencapai 93,17 persen sebelum dilakukan adendum atau penambahan pekerjaan, sehingga mengalami penurunan sebesar 10 persen.
Menurutnya, kondisi cuaca menjadi faktor penghambat utama menyelesaikan mega proyek tersebut, di mana hujan selama sebulan terakhir mengakibatkan terjadi longsoran pada sisi jembatan pendekat dari arah Desa Poka.
“Longsoran ini juga turut berpengaruh terhadap pekerjaan bentangan tengah jembatan. Mudah-mudahan kondisi cuaca bersahabat sehingga volume pekerjaan dapat ditingkatkan, termasuk pekerjaan di malam hari,” katanya.
Christ menambahkan, dari sisi teknis baik tenaga ahli, tenaga kerja, peralatan dan material semuanya telah tersedia, sehingga pekerjaan dapat ditingkatkan dalam tiga bulan terakhir hingga rampung.
Jembatan Merah Putih telah dimulai pembangunannya pada Juli 2011 yakni bentangan pendekat arah Desa Galala sepanjang 300 meter dan arah Desa Pokka sepanjang 320 meter, sedangkan bentangan tengah sepanjang 300 meter.
Mega proyek tersebut ditangani PT Wijaya Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan dan WIKA KSO. Jembatan ini terdiri dari dua jalur dan masing-masing jalur terdiri dari dua lajur mobil dan satu lajur motor.
Tujuan dibangunnya Jembatan Merah Putih yakni untuk memperpendek jarak dan waktu tempuh ke pintu keluar Bandara Internasional Pattimura Ambon, serta kawasan Jazirah Leihitu Kabupaten Maluku Tengah dan diharapkan bisa mengurangi operasi kendaraan. (ant/MP)


