“Mari kita jaga kesucian bulan puasa ini dengan sebaik-baiknya. Jadilah teladan dan sumber kebaikan bagi sesama dan bukan menjadi sumber kekerasan,” kata Gubernur Said pada Acara Buka Puasa bersama Pemerintah Provinsi Maluku, TNI-Polri, Kementerian Agama Provinsi Maluku dan Masyarakat se- Kota Ambon, Rabu (9/7) sore.
Gubernur juga mengajak para orang tua, para guru, para dosen, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, untuk bersama-sama membina masyarakat khususnya anak-anak remaja untuk tidak membuat gaduh selama ibadah puasa dengan cara balap-balapan motor yang kenalpotnya dibuka atau membakar mercon.
“Saya menilai balap-balapan motor dan membakar mercon adalah sikap yang tidak beradab,” katanya.
Dia juga mengajak umat Islam untuk pada malam takbiran nanti untuk meramaikan masjid di wilayah masing-masing dengan mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil dengan khusuk bukan bertekaburan atau bersombong ria di jalanan dengan cara balap-balapan.
“Ke depan kita mencari model yang lebih baik, mungkin dengan bertakbiran sambil membawa obor dan lainnya, dan kita tidak bisa berdalih, bahwa ini sudah menjadi sebuah kebiasaan, apalagi menjastifikasikannya sebagai bagian dari budaya Islam. Asumsi seperti ini sama sekali tidak benar karena budaya Islam dibangun dengan dasar akidah, syariah, ahlaklul karimah,” ungkapnya.
Gubernur Said juga mengajak umat Islam di daerah ini, untuk merajut dan mengembangkan tali kasih sayang atau silahturahim diantara sesama warga masyarakat di daerah ini, walau pun berbeda keyakinan.
“Sesungguhnya kepelbagaian adalah tekstur dari kehidupan. Karena itu kepelbagaian atau perbedaan itu merupakan sesuatu yang nischaya. Dalam kepelbagaian atau perbedaan itu ada wujud keutuhan ciptaan Tuhan dan sejatinya ada dalam kepelbagaian,” katanya.
Karena itu, memaksakan penyeragaman bukan hanya akan menimbulkan ketidakseimbangan atau disharmoni tetapi juga merusak hakekat cipataan Tuhan. Karena itu dalam merawat kehidupan orang basudara (bersaudara) di bumi Maluku ini sangat dibutuhkan sikap pro eksistensi yaitu sikap saling menghormati, saling menyayangi, saling membanggakan serta sikap saling menopang dan saling menghidupkan.
“Dalam rangka perhelatan event Pesparawi Tingkat Nasional pada Oktober 2015 di Kota Ambon, saya mengajak semua basudara muslim untuk berdiri di garda terdepan guna bersama-sama kita sukseskan event nasional yang penting ini,” ujarnya.
“Mari kita jadikan Maluku sebagai laboratorium kerukunan umat beragama yang terbaik di Indonesia dalam rangka mewujudkan visi pembangunan Provinsi Maluku yakni, manatapnya pembangunan Maluku yang rukun, aman, damai, religius, sejahtera, berkualitas, dan berdemokrasi dijiwai semangat Siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan,” katanya. (ant/MP)


