“Pengurusan izin telah dilakukan kurang lebih 1,5 tahun tetapi hingga kini belum mendapat respon, sehingga pekerjaan penggalian jalan untuk pemasangan kabel masih tertunda,” katanya di Ambon, Kamis (9/7).
Ia menjelaskan,pembangunan SKKL di ruas Namrole, Buru Selatan -Namlea, Buru terkendala izin dari Balai Jalan Nasional Kementerian Pekerjaan Umum untuk penggalian jalan.
Sedangkan ruas Masohi, Maluku Tengah – Seram Bagian Timur terkendala izin dari Kementerian Kehutanan karena melewati kawasan hutan lindung Manusela.
Pembangunan SKKL ruas Namrole – Namlea dengan panjang 145 KM sampai saat ini belum dikerjakan karena ijin galian belum diberikan.
“Kami telah mendesak empat Pemkab melalui kepala dinas Infokom untuk membuka jalur diplomasi untuk menyurati Gubernur Maluku dan selajutnya ditindaklanjuti Gubernur menyurati dua kementerian terkait untuk memberikan percepatan ijin agar bisa dilakukan penggalian ruas jalan,” katanya.
Lonely mengatakan, Pembangunan terkendala kurang lebih satu tahun untuk ruas Masohi – SBT dengan penggalian 30 cm dan kedalaman 1,5 m .
“Padahal titik penggalian yang dilalui tidak ganggu hutan lindung karena kawasan tersebut merupakan jalan raya yang digunakan masyarakat. Hal tersebut juga telah disampaikan ke Pemkab SBT dan Malteng,” ujarnya.
Dijelaskannya, sampai saat ini jaringan di empat kabupaten tersebut Namrole masih dilayani satelit, sedangkan satelit terbatas kapasitas, anggaran yang dikeluarkan juga besar dibandingkan kabel optik.
“Penggunaan kabel optik kapasitas besar, harga murah sehingga masyarakat dapat mendapatkan layanan komunikasi telepon, pesan dan internet dengan baik,” katanya.
Peran Pemkab, kata Lonely sangat penting guna penyiapan inftastruktur seperti pasokan listrik, akses transportasi, serta kemudahan ijin.
“Kita bisa memainkan peran dengan baik jika jaringan komunikasi menjadi tanggung jawab Telkom, yang terpenting Pemkab menyediakan infrastrukur listrik dan kemudahan ijin agar proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar,” tandasnya.
Ditambahkannya, pemasangan sistem kabel optik telah digelar di pulau Banda, Masohi, Namlea dan Piru. “Dipastikan bulan Agustus 2015 penggelaran juga selesai untuk ruas Tual – Fak-Fak – Ambon dengan kecapatan 100 GB,” ujarnya. (ant/MP)


