Laturiuw : “Untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa dan Guru”
Menyadari pentingnya peranan disiplin dalam menciptakan lingkungan sekolah yang teratur, berkualitas dan kompetitif, Kepala Sekolah Menengah Atas Kristen (SMAK) Yayasan Pendidikan Kristen Protestan Maluku (YPKPM) Ambon Dra. Lani Laturiuw, M.Si mengharuskan stafnya berikut siswa-siswi mengikuti upacara senin pagi.
“Untuk meningkatkan kedisiplinan, kita mewajibkan dewan guru dan para siswa untuk mengikuti upacara. Karena kita pakai ’double shift’ (sekolah pagi dan siang), makanya untuk siswa dalam sebulan mereka hanya dua kali ikut upacara karena dua shift tadi, sementara dewan guru empat kali dalam sebulan,” ujar Laturiuw di Ambon, Selasa, (7/7).
Saat memberikan keterangan Laturiuw didampingi empat wakilnya, Dra Priskilla Lesnussa (Wakasek Kurikulum), Drs Justen Luturmas (Wakasek Kesiswaan), Maria C Pattiwael, S.PAK (Wakasek Humas), Thomas Ruhulessin, S.P (Wakasek Sarana) dan Pembina OSIS SMAK YPKPM Ambon Asdon Timisela, S.Pd.
Sebelum memberikan keterangan Laturiuw baru saja memimpin upacara Senin yang diwarnai pelantikkan empat Wakil Kepala Sekolah (Wakasek), pelantikkan Pembina OSIS dan pengurus OSIS SMAK YPKPM periode 2015/2016 dan penyerahan siswa dari orangtua kepada Kepsek dan selanjutnya penyerahan siswa dari Kepsek kepada Ketua Yayasan Abraham Soplantila, S.Th.
Untuk mendukung kedisiplinan dalam proses belajar dan mengajar di sekolah, urai Laturiuw, pihaknya menerapkan ’finger print’ (sistem absensi menggunakan jari tangan) untuk memudahkan pengontrolan terhadap kinerja dewan guru selama proses belajar mengajar di sekolah.
“Kita sudah mulai menerapkan ’finger print’ untuk meningkatkan kedisplinan dan etos kerja para guru di sekolah ini,” sambung Laturiuw.
Ditegaskan Laturiuw, pihaknya akan mendaratkan program gerakan gemar membaca dan gemar menulis di kalangan dewan guru dan para siswa untuk menjadikan SMAK YPKPM sebagai salah satu sekolah kompetitif,.
“Sebagai langkah awal kita telah merehab perpustakaan, karena di situlah sumber ilmu pengetahuan di mana para siswa memperolehnya melalui membaca. Kita juga akan memasang Wi-Fi sehingga guru maupun siswa dapat mengakses informasi melalui internet untuk memudahkan proses tranformasi maupun komunikasi dalam penyebaran ilmu pengetahuan,” jelas Laturiuw.
Menurut Laturiuw, untuk menyeimbangkan kegiatan belajar mengajar di kelas, pihaknya juga mengefektifkan kegiatan ekstrakurikuler, seperti olahraga dan kesenian. Untuk olahraga pihaknya menggunakan sistem kejar nol. Maksudnya, mulai pukul 06.00 hingga pukul 08.00 pagi itu seluruh siswa dan dewan guru sudah harus berada di Pattimura Park untuk berolahraga.
“Jadi kita manfaatkan Pattimura Park sebagai ruang publik untuk berolahraga dan mendukung kegiatan ekstrakurikuler karena sarana dan prasarana olahraga di sekolah ini belum sepenuhnya mendukung,” ungkap Laturiuw.
Sementara itu, ketua Yayasan YPKPM, Abaraham Soplantila berharap siswa-siswi SMAK YPKPM tetap disiplin dan belajar keras sehingga kelak menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan Negara.
“Banyak alumni sekolah ini yang telah menjadi pejabat di daerah ini. Bupati MBD (Barnabas Orno) adalah jebolan SMAK YPKPM. ada Pak Profesor Mon Nirahua, beliau juga alumni sekolah ini. serta banyak alumni sekolah ini yang telah menjadi dosen di Unpatti dan UKIM. Ada yang jadi pendeta, perwira polisi, jaksa, dokter, dan profesi lain. Kepada orangtua saya mintakan agar tidak melepaskan tanggung jawab pembinaan kepada oranglain, menjadi orangtua harus mampu membiayai anak dari kecil hingga sukses,” pungkas Soplantila. (09)


