Namun anggaran yang dialokasikan tersebut tidak membuat pendidikan di Indonesia maju, bahkan semakin terpuruk. Keterpurukan pendidikan di negara ini, bisa terlihat di Desa negeri Lima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.
Untuk menggapai cita-citanya, Putra-Putri bangsa ini mulai dari tingkat TK sampai SD rela menuntut ilmu di bawah tenda. Hal ini berdasarkan pantauan media ini di lokasi Desa Negeri Lima, Senin (3/7).
Tragisnya, tenda yang biasa dipakai untuk pengungsian masyarakat yang disiapkan oleh Pemerintah pasca jebolnya dam wai ela beberapa tahun lalu, sudah bocor, ditambah dengan meja belajar siswa yang beralaskan tripleks sudah terkupas, sehingga menyulitkan siswa untuk menulis.
Walaupun dengan kondisi seperti ini putra-putri bangsa ini masih tetap bersekolah dalam menggapai cita-citanya setinggi langit.
Ironisnya Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah dan Pemerintah Provinsi Maluku seakan menutup mata melihat persoalan ini. sehingga sampai saat ini tidak ada tindak lanjut dari kedua pemerintah dalam menyelesaikan persoalan ini.
Paling tidak membangun gedung yang representatif agar putra-putri bangsa ini bisa bersekolah dengan aman dan nyaman, tanpa mengkhawatirkan tenda yang bocor akibat diguyur hujan. Apalagi saat ini di Maluku, sedang musim penghujan. Tentu sangat mengganggu proses belajar anak.
Untuk itu, Masyarakat Negeri Lima kepada media ini meminta adanya perhatian serius oleh Pemerintah Pusat, sehingga persoalan bisa teratasi. Paling tidak putra-putri bangsa ini bisa bersekolah di tempat yang layak. (07)


