Kader Nasdem Jangan MInta Mahar

Ambon, Maluku Post.com – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Nasdem, Nono Sampono mengingatkan para kader maupun simpatisan partai politik ini di Maluku jangan meminta mahar apapun dari bakal calon bupati dan wakil bupati yang direkomendasikan untuk mengikuti pilkada pada 9 Desember 2015.

“Partai Nasdem tidak memberlakukan mahar atau apapun kepada bakal calon bupati-wakil bupati sehingga para kader maupun simpatisan jangan coba-coba meminta,” katanya yang dikonfirmasi, Senin (17/8).

Rekomendasi yang diberikan kepada bakal calon bupati-wakil bupati, menurut Nono, tidak ada mahar sehingga jangan ada kader yang meminta uang karena pastinya dikenakan sanksi tegas.

“Bahkan, kemungkinan bisa dipecat, baik pengurus maupun legislator yang sekiranya terbukti meminta mahar,” ujarnya.

Rekomendasi yang ditandatangni Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh dan Sekjen Patrice Rio Capella di Jakarta tertanggal 18 Juni 2015 itu diberikan kepada pasangan bakal calon bupati-wakil bupati Seram Bagian Timur (SBT) adalah Sitty Suruwaky-Syarifuddin Goo dan Kepulauan Aru dan Johan Gonga-Muin Sogalrey.

Sedangkan, Maluku Barat Daya (MBD), Nikolaus Kilikili-Johanis Hendrik Frans serta Buru Selatan, Tagop Sudarsono Soulissa-Ayub Saleky.

Karena itu, para kader Partai Nasdem jangan mencoba untuk main-main dengan meminta atau pun menerima uang dari bakal calon bupati-wakil bupati empat kabupaten tersebut.

“Jadi rekomendasi sudah diputuskan DPP, makanya seluruh kader Partai Nasdem di empat kabupaten harus taat azas,” tegas Nono.

Dia memastikan, rekomendasi sebelum diberikan kepada empat pasangan bupati-wakil bupati ini telah melalui klarifikasi, baik dari Kejaksaan tinggi (Kejati) maupun Polda Maluku.

“Kami tidak mau memberikan rekomendasi kepada bakal calon yang ternyata di kemudian hari ternyata terkait dugaan kasus tindak pidana korupsi,” ujar Nono.

Partai Nasdem menginginkan adanya perubahan paradigma pembangunan sehingga bila hasil survei ternyata ada bakal calon bupati-wakil bupati miliki elektabilitas tertinggi. Namun, terindikasi dugaan kasus korupsi, maka itu menjadi bahan pertimbangan yang prinsipil.

“Maaf sekiranya ada bakal calon bupati-wakil bupati miliki elektabilitas tinggi, tapi ternyata tidak direkomendasikan karena terindikasi dugaan kasus korupsi,” kata Nono.

Dia menginginkan, para bakal calon bupati-wakil bupati yang direkomendasikan bila terpilih nantinya bisa bekerja keras untuk menyejahterakan rakyat.

“Ketua Umum DPP Partai Nasdem sekaligus pendiri partai ini, Surya Paloh, menginginkan bekerja keras untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan untuk menyejahterakan rakyat,” kata Nono Sampono. (ant/MP)

Pos terkait