Porlasi Maluku Perlu Direvisi Kepengurusannya

Ambon, Maluku Post.com – Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Maluku akan sukses dalam strategi dan program pembinaan jika organisasi cabor air ini dikendalikan figur-figur berkapabel, berintegritas dan berdedikasi tinggi.

Sosok muda seperti Sam Latuconsina (Wakil Wali Kota Ambon), Anos Yermias (Sekum PODSI Maluku), Yani Ayal (Ketum Porlasi Kota Ambon), dan Richard Rahakbauw (Wakil Ketua DPRD Maluku) layak menjadi ketum Pengprov Porlasi Maluku mendatang jika direstui KONI Maluku.

Sebab, selama dua periodesasi kepengurusan 2004/2009 dan 2009/2014, Pengprov Porlasi Maluku di bawah kendali Arie Sahetapy gagal berprestasi di pelbagai event nasional.  Kebiasan menanti kucuran dana pembinaan dan tidak solidnya kepengurusan selama 10 tahun terakhir disebut-sebut sebagai penyebab mengapa layar tak kunjung berprestasi.

Padahal, Pemerintah Provinsi Maluku melalui KONI Maluku telah membelanjakan miliaran rupiah untuk membeli perahu-perahu layar mewah dari Singapura.Harga per satuan perahu layar dalam kurs Dolar Amerika Serikat pada 2004 sekira Rp 500 juta. 

“Jika berbesar hati demi kemajuan olahraga Maluku kami sarankan pak Arie Sahetapy untuk mengundurkan diri, karena beliau dianggap tidak cakap mengelola Porlasi Maluku,” ungkap pemerhati olahraga Maluku Domi Alexander Latupeirissa kepada Maluku Post, Senin (3/8), di Ambon.

Domi mengimbau KONI Maluku segera mengambil langkah-langkah darurat organisatoris untuk menyelamatkan Porlasi Maluku dari ancaman keterpurukan prestasi berkepanjangan.

“Sudah saatnya KONI Maluku memfasilitasi pelaksanaan Musprovlub Porlasi Maluku sesuai AD/ART KONI sehingga terpilih ketum dan pengurus-pengurus Porlasi Maluku yang profesional dan loyal terhadap tugas dan tanggung jawab mereka,” imbaunya.

Sebelumnya Arie Sahetapy menandaskan dirinya sudah capek mengurusi Porlasi Maluku karena tak ditopang dana pembinaan KONI Maluku.

“Saya sudah capek bina layar. Kalaupun nanti KONI Maluku punya kebijakan lain, saya terserah saja mau apakan saya,” ungkap Sahetapy di café cangkir, Jalan Said Perintah Ambon, Sabtu (4/7) lalu. (09)

Pos terkait