Ambon, Malukupost.com : Produksi bawang merah Provinsi Maluku pada tahun 2014 sebanyak 542,90 ton, mengalami peningkatan sebesar 15,44 persen dibanding tahun 2013 yang mencapai 470,30 ton.
“Kenaikan terbesar produksi bawang merah tahun 2014 secara absolut terjadi di Kabupaten Buru sebesar 122,5 ton diikuti oleh Kabupaten Maluku Tenggara sebesar 114,1 ton,” kata kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Diah Utami di Ambon, Kamis (6/8).
Menurutnya, produksi bawang merah tertinggi di Provinsi Maluku tahun 2013 berada pada Kabupaten Maluku Tenggara Barat yaitu sebesar 169,4 ton sedangkan pada tahun 2014 produksi bawang merah tertinggi terjadi di Kabupaten Buru sebesar 176,6 ton.
Diah Utami menjelaskan, produksi bawang merah tahun 2014 mengalami kenaikan sebanyak72,6 ton atau 15,44 persen itu disebabkan karena ada kenaikkan produktivitas sebesar 0,6 ton per hektar atau 22,47 persen.
Luas panen bawang merah tertinggi terjadi di tahun 2012 yaitu sebesar 181 hektar. Demikian pula untuk produktivitas tertinggi terjadi pada tahun 2014 sebesar 3,27 ton per hektare.
Sedangkan perkembangan produksi bawang merah per triwulan dari tahun 2012 ke tahun 2014 kenaikannya selalu terjadi pada triwulan III dan IV, dimana triwulan III sebanyak 139,4 ton (15,44 persen) dan triwulan V sebanyak tujuh ton (35 persen).
Diah menambahkan, bawang merah selama periode tahun 2012-2014 memiliki pola panen yang berbeda, sedangkan kalau dilihat pada triwulan IV tahun 2012-2014 memiliki pola yang sama yaitu luas panen bawang merah yang cenderung mengalami penurunan dibanding triwulan sebelumnya.
“Tahun 2014 puncak panen bawang merah terjadi pada triwulan III yaitu sebesar 61 hektare,” katanya. (ant/pm)


