“Kalau pemerintah provinsi menyebutkan Maluku sebagai laboratorium kerukukan antarumat beragama, maka di institusi Polri juga telah merealisasikan program ini dalam menjaga soliditas serta kerukukan antaranggota,” kata Kapolda di Ambon, Rabu.
Apalagi saat ini Mabes Polri telah menerapkan peraturan wajib bagi seluruh anggota di Tanah Air untuk menjalankan ibadah pada hari Kamis dan Jumat seluruh anggota.
Kapolda juga menyampaikan terima kasih kepada Dansat Brimob Polda Maluku, Kombes Pol Herman Sikumbang yang peduli untuk membangun sejumlah sarana pendukung Brimob berupa musholah, barak untuk anggota, lapangan mako Brimob lengkap dengan tribun dan sarana pendukung lainnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menjelaskan bahwa jumlah anak daerah yang berhasil lolos seleksi akademi kepolisian (Akpol) mengalami peningkatan.
“Seleksi pada 2012 yang masuk Akpol dari Maluku tiga orang, 2013 empat orang, 2014 lima orang dan delapan orang pada 2015,” katanya.
Dansat Brimob Polda Maluku, Kombes Pol Herman Sikumbang menjelaskan, Musolah Al Ikhlas Mako Brimob berukuran 10 x 12 meter ini disebut sebagai laboratorium toleransi antarumat karena dibangun oleh anggota yang saling bahu-membahu dan mayoritas yang beragama Kristen.
Sedangkan nama Al Ikhlas karena sebagai wujud keikhlasan seluruh anggota, dan ini merupakan tindaklanjut dari salah satu kebijakan Presiden Jokowi dan Kapolri dalam rangka pelaksanaan revolusi mental sehingga kami membuatnya.
Jadi untuk yang Muslim bisa menunaikan sholat lima waktu di sini dan meningkatkan iman serta taqwa mereka dalam menjalankan tugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.
Peresmian musholah Al Ikhlas oleh Kapolda dilanjutkan dengan sholat Dzuhur dua rakaat dipimpin imam Hj. Maaruf sekaligus dirangkaikan dengan tausiah. (ant/MP)


