Pra PON Maluku Disingkirkan Tim Debutan

Ambon, Maluku Post.Com – Kualitas pelatih yang masih di bawah standar nasional akhirnya menjadi bumerang bagi tim futsal Pra PON Maluku di Liga Futsal Kavaleri II yang dipanggungkan di Lapangan Futsal HKFC Tantui sejak 22 Agustus hingga 6 September 2015.

Mengusung tim U-23 Maluku, Pedro Basir dan kawan-kawan justru takluk 3-5 atas tim debutan, Jong Ajax FC 01. Itu artinya, keikutsertaan Pra PON Maluku di Piala Emas Futsal Indonesia (PEFI) tak punya dampak apa-apa dan hanya membuang-buang belasan juta rupiah yang sudah dialokasikan KONI Maluku.

Keterlibatan ’tiga pemain siluman’ dalam Pra PON Maluku di PEFI 2015 menjadi pembuktikan sinyalemen jika pelatih Pra PON Maluku Oei Sianatra Wijaya takut bayangan dan takut menanggung malu atas hasil pemusatan latihan daerah out door selama lebih kurang setahun terakhir.  Maklum, pemilihan pemain-pemain Pra PON Maluku tidak melalui mekanisme sebenarnya. Kutukan publik olahraga akhirnya membawa apes bagi Pra PON Maluku.

Celakanya, harapan dapat menjuarai LFK edisi kedua justru bertolak belakang (kontraproduktif) dengan torehan di lapangan. Bayangkan saja, tim debutan seperti Jong Ajax 01 saja mampu menghentikan langkah Pra PON Maluku di ajang lokal seperti LFK, apalagi Pra PON Maluku akan menghadapi tim tangguh seperti Maluku Utara, Papua Barat dan Papua di kualifikasi PON futsal di Ternate, Maluku Utara, akhir 2015 nanti.

Inilah mengapa KONI Maluku perlu mengevaluasi tim, pelatih dan manajer sebelum terlambat dan sebelum lonceng kematian berdentang untuk kubu Maluku di kualifikasi PON nanti. (09)

Pos terkait