“Wilayah perbatasan tersebut adalah Kabupaten Kepulauan Aru dan Maluku Tenggara Barat (MTB),” kata Kepala BMKG Stasiun Pattimura Ambon, George Mahubessy di Ambon, kamis (10/9).
Kabupaten Kepulauan Aru secara geografis berbatasan dengan Australia, sedangkan MTB dekat negara tetangga Timor Leste.
Angin dengan kecepatan 30 KM/jam juga berhembus di Kabupaten Buru.
Kecepatan angin di bawah 25 KM/jam terjadi di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Seram Bagian Barat (SBB), Seram Bagian Timur (SBT), Maluku Tengah, Buru Selatan, Maluku Tenggara, Kota Tual dan Kota Ambon.
Angin kencang tersebut mempengaruhi tinggi gelombang mencapai tiga meter laut Aru, laut Arafura, perairan Kepulauan Tanimbar, pulau Leti, Kepulauan Sermata, Kepulauan Kai, perairan Kepulauan Kai, laut Maluku dan laut Banda.
Karena itu, para nelayan yang hendak menangkap ikan jangan memaksakan diri melaut hanya dengan mengandalkan armada tradisional.
“Armada tradisional berupa perahu yang biasanya disebut ketinting tersebut tidak kuat menahan gempuran ombak setinggi tiga meter sehingga lebih baik mengantisipasi kemungkinan terjadinya musibah laut,” kata George.
Dia juga mengharapkan para Bupati dan Wali Kota agar mengimbau perusahan penyedia maupun pengguna jasa transportasi laut untuk memperhatikan perubahan cuaca secara ekstrim sehingga tidak memaksakan diri berlayar.
Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan. (Ant/MP)


