“Kami masih terus melaksanakan OP Sesuai instruksi Bulog Pusat baik itu di pasar-pasar maupun dengan sistim ‘mobile’ ke beberapa desa dan kelurahan,” kata Kepala Devisi Regional (Divre) Perum Bulog Maluku Faisal Assagaff di Ambon, Selasa (6/10).
Selagi belum ada instruksi dari pusat untuk menghentikan, OP Bulog Maluku tetap melaksanakan.
Dia menjelaskan, pelaksanaan OP yang sudah berlangsung selama ini selain di pasar, selalu berpusat di tempat-tempat yang memang sangat membutuhkan, apalagi sekarang ini beras jenis antarpulau sudah banyak yang masuk ke Ambon.
“Jadi ikut mempengaruhi penjualan beras OP Bulog ini dan itu terlihat dari permintaan yang semakin berkurang dari pihak pedagang,” ujarnya.
Hanya saja sekarang ini, lanjutnya, Bulog tidak lagi mengandalkan pedagang tetapi menjual sendiri dengan sistim mobile yang dilakukan setiap hari dan itu sangat menguntungkan.
“Memang operasi pasar berasnya tidak terlalu banyak yang terjual, namun yang jelas setiap hari ada saja masyarakat yang membeli beras Bulog,” katanya.
Sama halnya dengan pedagang yang melakukan kerja sama selama ini, kalau beras yang mereka jual sudah berkurang baru mereka mengajukan permintaan.
Dia menambahkan, belakangan ini permintaan juga agak berkurang, hal itu juga menggambarkan bahwa harga beras di pasar sudah stabil.
“Sebab biasanya kalau harga beras di pasar tradisional bergejolak naik maka permintaan juga tinggi,” katanya. (MP-5)


