Diplomat Senior Kunjungi Laboratorium Balai Budidaya Laut

Ambon, Maluku Post.com – Diplomat senior peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Departemen Luar Negeri (SESPARLU) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengunjungi laboratorium perikanan Balai Budidaya Laut Ambon untuk melihat secara langsung proses pengembangbiakan ikan, Senin (19/10).

Dalam kunjugannya, 31 orang diplomat senior yang berasal dari Indonesia, Kamboja, Myanmar, Republik Rakyat Tiongkok, Papua Nugini, Timor Leste, Republik Vanuatu, Vietnam dan Negara Melanesian Spearhead Group (MSG) mengamati proses pembibitan hingga pengembangbiakan ikan konsumsi maupun hias di sana.

Mereka memulai observasi di laboratorium seluas 2,5 hektare tersebut dari bak pendederan ikan kakap, kerapu dan udang, kemudian dilanjutkan dengan bak pemeliharaan induk ikan konsumsi dan penangkaran bibit ikan hias.

Peserta SESPARLU angkatan ke-15 yang sebelumnya telah mengunjungi Pusat Penelitian (Puslit) Laut Dalam LIPI dan menanam mangrove di pesisir pantai Dusun Kate-Kate, Kecamatan Teluk Ambon, terlihat tertarik dengan aktivitas para perekayasa di sana.

“Di sini para diplomat senior bisa melihat secara langsung seperti apa proses pengembang biakan ikan, tentunya ini akan semakin menambah wawasan dan referensi bagi mereka,” kata Direktur SESPARLU Odo Rene Mathew Manuhutu.

Perekayasa di laboratorium Balai Budidaya Laut Ambon, Rusli Raiba mengatakan untuk ikan konsumsi, sedikitnya ada empat jenis ikan kerapu, dan tiga jenis ikan kakap yang sedang dikembang biakan untuk dijual ke pasar lokal.

Sedangkan untuk ikan hias, sedikitnya ada 10 jenis yang sedang dikembangbiakan dengan tujuan diekspor ke Tiongkok dan Hong Kong, di antaranya mandarin fish, betok Ambon, banggai, cardinal fish dan nemo.

“Kami masih menjadi produsen telur ikan kerapu terbaik di Indonesia. Untuk ikan nemo sendiri, ada delapan jenis yang dikembangbiakan, seperti picaso dan biropasir serta udang paname ,” kata Rusli Raiba. (Ant/MP)

Pos terkait