Ambon, Maluku Post.com – Diplomat senior Republik Vanuatu, Viranria Brown tertarik dengan pengolaan dan pengembangan berkesinambungan Teluk Ambon yang dilakukan oleh Pusat Penelitian (Puslit) Laut Dalam LIPI Ambon.
“Ini sangat menarik, saya tertarik sekali dengan upaya yang dilakukan oleh lembaga ini (LIPI), apa yang telah mereka lakukan untuk menyelamatkan teluk dapat menjadi contoh bagi kami yang geografis wilayahnya hampir sama,” katanya usai mengunjungi Puslit Laut Dalam LIPI Ambon, Senin (19/10).
Viranria Brown yang juga Kepala Eksekutif Kerjasama Internasional dan Perdagangan Eksternal di Kementerian Luar Negeri Republik Vanuatu, merupakan salah seorang diplomat senior angkatan ke-15 pada Sekolah Staf dan Pimpinan Departemen Luar Negeri (SESPARLU) Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Ia datang ke Ambon bersama 30 orang diplomat SESPARLU asal Indonesia, Kamboja, Myanmar, Republik Rakyat Tiongkok, Papua Nugini, Timor Leste, Vietnam dan Negara Melanesian Spearhead Group (MSG) untuk mempelajari pengelolaan kelautan, khususnya perikanan.
Brown mengatakan sebagai negara kepulauan di selatan Samudera Pasifik yang memiliki 83 pulau, Vanuatu mengandalkan sumber daya kelautan sebagai sokongan utama perekonomian rakyatnya.
Sama seperti Kota Ambon, Vanuatu yang merdeka dari penjajahan Perancis dan Inggris pada 1980, memiliki banyak laguna yang telah memberikan banyak sumbangsih perekonomian, terutama di bidang pariwisata.
Namun dalam pengembangan dan pengelolaannya, laguna-laguna di Vanuatu juga mengalami masalah yang sama dengan Teluk Ambon, menurunnya ekosistem dan vegetasi perairan akibat aktivitas masyarakat.
“Yang membedakan kita di sini hanya luas wilayah dan jumlah penduduk. Vanuatu memiliki 83 pulau dan banyak laguna, tapi Ambon memiliki teluk yang indah, potensinya sama, masalahnya juga sama yakni ekosistem yang menurun, sedimentasi dan semacamnya,” kata Viranria Brow. (Ant/MP)


