Ambon, Maluku Post.com – Tim DPRD Maluku melakukan peninjauan kebakaran hutan di Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, yang mengakibatkan masyarakat mengungsi akibat lahan produktif mereka terbakar.
“Tim ke Seram Utara berdasarkan kesepakatan dengan Pemprov Maluku yang rapat terakhir pada 22 Oktober 2015,” kata Kabag Umum Sekretariat DPRD Maluku Fiona Syaranamual di Ambon, Jumat (23/10).
Tim terdiri dari sejumlah pimpinan komisi maupun fraksi didampingi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) teknis.
“Keberangkatan ke Seram Utara juga membawa bantuan bahan pokok masyarakat untuk disalurkan kepada para korban yang lahan produktif maupun tanaman umur pendeknya hangus,” ujarnya.
Peninjauan tim DPRD Maluku itu adalah untuk menindaklanjuti penundaan pembahasan Daftar Isian Masalah (DIM) dalam APBD Perubahan 2015 antara DPRD Maluku dengan tim anggaran Pemprov setempat hingga batas waktu tidak menentu akibat adanya ribuan pengungsi korban kebakaran hutan di Seram Utara yang kelaparan.
Ketua DPRD Maluku Edwin Adrian Huwae menskorsing rapat pada 19 Oktober 2015 hingga batas waktu tidak menentu sampai penanganan masalah pengungsi korban kebakaran direalisasikan.
“Apa gunanya ada dana pengeluaran tidak terduga yang dialokasikan dalam APBD atau dana siap pakai tetapi tidak digunakan untuk mengatasi persoalan kemanusiaan,” tandasnya.
DPRD bersikap keras dan menunda pembahasan DIM APBD Perubahan 2015 dengan tim anggaran Pemprov Maluku yang dipimpin Asisten III Setda Maluku Zidik Sangaji sampai penanganan masalah Seram Utara diselesaikan.
“Sepanjang belum ditangani secara baik, DPRD akan menggunakan haknya untuk selalu mendorong Pemprov Maluku bagaimana masalah itu diselesaikan.
Sebelumnya, Gubernur Maluku Said Assagaff menginstruksikan untuk segera menyalurkan bantuan dan tim terpadu ke Seram Utara untuk membantu para pengungsi.
Apalagi kebakaran hutan juga melanda komunitas adat terpencil (KAT) Huaulu.
“Jadi tim terpadu diarahkan membawa bantuan sekaligus mendata jumlah pengungsi maupun korban material akibat hutan terbakar,” katanya.
Gubernur juga mengakui, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya secara intensif memantau kebakaran hutan di Pulau Seram.
“Ibu Menteri intensif memantau perkembangan kebakaran hutan yang sempat diinformasikan mencapai 40.000-50.000 hektare di Pulau Seram,” katanya.
Karena itu, Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal telah diarahkan berkoordinasi dengan personil TNI untuk memadamkan api yang sulit dijangkau lokasinya.
Lokasi kebakaran berada di kawasan gunung yang tinggi dengan jurang terjal sehingga sulit dijangkau untuk dipadamkan.
Apalagi kebakaran disulut hembusan angin kencang sehingga api menjalar cepat.
“Terpenting penanganan para korban, terutama kebutuhan makanan yang telah dipasok ke lokasi-lokasi penampungan,” ujarnya.
Bupati Maluku Tengah Abua Tuasikal mengatakan pihaknya telah optimal melakukan upaya penanganan kebakaran hutan yang terjadi di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, baik dari sisi pemenuhan kebutuhan pangan kepada warga masyarakat yang menjadi korban, terutama bagi mereka yang perkebunannya terbakar maupun upaya pemadaman api.
“Kondisi hutan dengan medan yang sulit serta jarak tempuh ke titik api sangat sulit dijangkau dengan menggunakan kendaraan bermotor membuat api belum dapat dipadamkan,” tandasnya. (ant/MP)


