Ambon, Maluku Post.com – Gubernur Maluku, Said Assagaff mengapresiasi kegiatan talkshow yang digagas oleh Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi setempat.
“Kegiatan ini relevan dengan strategi pembangunan daerah yang menitikberatkan pada peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya pemuda dan mahasiswa,” katanya dalam sambutan tertulis dibacakan Ketua Bappeda Provinsi Maluku, Anton Sihaloho pada acara pembukaan talkshow, di Ambon, Sabtu (25/10).
Dinamika perkembangan ekonomi secara global terus menjadi perhatian kita, terutama para pelaku ekonomi nasional.
Situasi ekonomi global kedepan yang diprediksi melambat, lanjutnya, menjadi salah satu tantangan yang harus diwaspadai.
Dia menjelaskan, mencermati kapasitas pertumbuhan ekonomi yang masih terbatas, Kementerian Koperasi dan UKM ingin mendorong peningkatan kapasitas pertumbuhan ekonomi Indonesia, melalui peningkatan rasio wirausaha terhadap total penduduk menjadi dua persen dari kondisi saat ini yang hanya 0,24 persen.
“Rasio ini masih jauh dibandingkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat 12 persen, Jepang 10 persen Singapura tujuh persen, dan Malaysia lima persen,” ujar Gubernur.
Karena itu Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) menjadi salah satu pilihan bijaksana untuk meningkatkan kapasitas pertumbuhan ekonomi.
Gerakan ini didasarkan keyakinan bahwa semakin tingginya rasio wirausaha terhadap total penduduk dapat membuat target pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah mudah dicapai.
Dia mengatakan, di tingkat daerah Pemerintah Provinsi Maluku secara terus-menerus mendorong pengembangan kewirausahaan dan dunia usaha secara komprehensif dari berbagai pendekatan.
Karena disadari bahwa pengembangan kewirausahaan maupun dunia usaha, mesti dimulai dari penanaman nilai-nilai yang dimiliki oleh seorang individu sampai pada nilai-nilai yang memiliki organisasi maupun masyarakat pada umumnya.
Nilai-nilai inilah yang akan mempengaruhi cara berpikir seseorang pada tingkatkan individu maupun masyarakat dalam berusaha. (MP-3)


