Pengembangan Kewirausahaan Perlu DItunjang Dengan Perangkat Keras

Ambon, Maluku Post.com – Pengembangan kewirausahaan maupun dunia usaha juga perlu ditunjang dengan perangkat keras (Hardware) dan perangkat lunak (Software) seperti berbagai infrastruktur maupun teknologi.

“Pemanfaatannya diharapkan agar masyarakat Maluku yang tinggal di Perdesaan, wilayah terdepan/ terluar dan tertinggal dapat berpartisipasi dalam berbagai aktifitas ekonomi, baik di daerah maupun global,” kata Gubernur Maluku, Said Assagaff dalam sambutan tertulis dibacakan Ketua Bappeda setempat, Anton Sihaloho pada acara talkshow, di Ambon, Sabtu (25/10).

Kegiatan talkshow yang diprakarsai Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku diikuti 400 orang peserta lebih, terdiri dari mahasiswa Universitas Pattimura kurang lebih 200 orang, pengusaha 150 orang, 38 orang dari instansi terkait dan sisanya dari komunitas usaha.

Gubernur mengatakan, terdapat sejumlah program dalam Rancangan Program Jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2014-2019 yang bertujuan untuk mendorong pengembangan kewirausahaan dan dunia usaha di Provinsi Maluku.

Dia merujuk , program pengembangan kewirausahaan dan keunggulan kompotitif usaha kecil menengah, program pengembangan sistem pendudukan usaha bagi UMKM, program penciptaan iklim usaha-usaha kecil menengah yang kondusif.

Program peningkatan dan pengembangan ekspor, program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja, program pengembangan ekonomi lokal, program peningkatan keberdayaan masyarakat perdesaan, dan beberapa program lainnya.

“Dalam implementasinya program-program ini dilaksanakan para SKPD, diantaranya Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Biro Ekonomi dan Infestasi, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa, serta Dinas Komunikasi dan Informatika,”katanya.

Talkshow kewirausahaan merupakan manifestasi dari uapaya Pemprov maupu Kantor Perwakilan Bank Indonesia Maluku memberikan motivasi kepada masyarakat dan pemuda di daerah ini tentang jiwa kewirausahaan, yang hingga saat ini masih belum familiar di kalangan generasi muda/ mahasiswa.

“Memang tidak mudah untuk mengubah pola pikir masyarakat termasuk kalangan pemuda, yang masih dipengaruhi oleh stigma negatif kemajuan teknologi inforasi,” ujar Gubernur.

Dia mengatakan, perlu ada media yang strategis dan bersifat masif untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat secara berkelanjutan, agar mereka memahami bahwa inovasi dan jiwa usaha sesungguhnya bisa didayagunakan untuk berbagai tujuan positif.

Karena itu forum talkshow kewirausahaan hari ini dengan tema “Menjadi wirausaha muda di era digital” sangat menarik untuk didiskusikan. (MP-2)

Pos terkait