Ambon, Maluku Post.com – Kelompok peternakan Dusun Airlouw, Negeri Nusaniwe, Kota Ambon, melakukan panen perdana ayam potong sebanyak 1.500 ekor.
pantauan wartawan di Dusun Airlouw, Kamis (1/10), melaporkan, ayam potong yang dipanen itu bibitnya dibantu Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku.
Panen tersebut dihadiri Pimpinan BI Perwakilan Provinsi Maluku, Wuryanto bersama staf, Sekretaris Kota Ambon A.G.Latuheru bersama sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan Camat Nusaniwe, R.Talakua disaksikan ratusan warga Dusun Airlouw.
Pimpinan BI Perwakilan Provinsi Maluku, Wuryanto, mengatakan, ayam-ayam milik peternakan dusun Airlouw ini merupakan bantuan dari BI sebagai kepedulian sosial.
“Kenapa BI memilih bantuan ayam potong, karena hasil pantauan tim inflasi daerah Maluku yang selalu melakukan survei di pasar-pasar maupun supermarket ternyata ayam beredar di Maluku berasal dari Surabaya yang dipasok dalam bentuk ayam beku,” ujarnya.
Karena itu, dikembangkan di Maluku, terutama Kota Ambon agar masyarakat bisa menikmati ayam segar sehingga tidak tergantung dipasok dari Surabaya.
Dia mengatakan, ayam beku yang tiba di Ambon itu sudah dipotong dua hingga tiga minggu kemudian dibekukan barulah dikirimkan ke Ambon, nah bagaimana kalau kita mau makan ayam segar. Itu yang menjadi perhatian BI.
“Pertimbangan ini yang mendorong pengembangan peternakan di dusun Airlouw, sekaligus mengurangi pasokan dari surabaya,” ujarnya.
Dia menilai, Kota Ambon memiliki potensi yang cukup untuk dimanfaatkan karena itu BI membantu pembibitan anakan ayam potong dan bisa dilihat keberhasilan saat dilakukan panen perdana.
Pengelolah ayam potong bantuan BI, Ronny Watilette mengatakan, ayam-ayam yang dipanen berumur 29 hari dengan berat 1 Kg hingga 1,5 KG/ekor.
Dia dan teman – temannya awalnya mendapat bantuan 1.500 bibit anakan ayam potong dari pihak BI dan setelah dilakukan pemeliharaan ternyata yang hidup dan bertumbuh sehat hingga masa panen itu hanya 1.400 ekor sedangkan 100 ekor mati.
“Mati bukan saja karena tidak makan atau sakit tetapi sters, ayam kaget bisa berakibat kematian,” ujarnya. (ant/MP)


