Maluku Laboratorium Kerukunan Umat Beragama

Ambon, Maluku Post.com – Wakil Ketua DPRD Kota Ambon Husein Toisuta mengatakan Provinsi Maluku pantas dijadikan laboratorium kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Hal itu bisa dibuktikan dengan adanya pelaksanaan pesta paduan suara gerejawi (Pesparawi) tingkat nasional yang ke-XI yang berlangsung di Ambon yang aman dan lancar, katanya di Ambon, Selasa (6/10).

“Kenapa tidak, kita lihat saja dari cara penyambutan para peserta yang datang dari berbagai daerah disambut dengan suka cita baik umat Nasrani dan Muslim berbaur,” ucapnya.

Dia mengatakan, Negeri Batu merah yang berpenduduk beragama muslim menyambut peserta yang datang dari dua daerah yakni DI Jogjakarta dan Sulawesi Barat dengan semangat kain gandong serta hadrat.

“Tidak perlu dengan teriknya matahari ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok pengajian , majelis taklim, para pemuda, tokoh masyarakat, tokoh adat serta segenap warga Batu merah tanpa bersemangat menanti setiap peserta yang akan lewati kain gandong,” ujarnya.

Jadi kegiatan Pesparawi ini bukan berbau kristiani untuk dilaksanakan oleh umat kristiani saja tetapi untuk semua umat yang ada di maluku menyatakan dukungan dan sikap lewat apa saja, dan itu dapat dibuktikan dengan cara penerimaan peserta yang luar biasa.

Karena itu pantas kalau Maluku disebut sebagai laboratorium kerukunan antar umat beragama.

“Tidak bisa dipungkiri tahun 2012 bertepatan dengan pelaksanaan MTQ Tingkat nasional yang ke 29, penyambutan para peserta dari umat kristiani juga luar biasa, di Kelurahan Kudamati yang berpenduduk kristiani peserta MTQ tinggal juga di keuskupan Amboina peserta juga tinggal disitu,” katanya.

Sekarang ini, lanjutnya, bukan saja Negeri Batu merah tetapi daerah Galunggung juga menyambut dan menerima peserta Pesparawi nasional.

Selaku Wakil Ketua DPRD Kota Ambon memberikan apresiasi kepada pihak Panitia lomba yang melakukan sosialisasi selama pelaksanaan Pesparawi dan hasilnya yang dirasakan sekarang ini, semuanya berjalan dengan tenang damai dan tidak ada keributan dimana-mana.

“Apalagi rencananya malam hari ini, Selasa (6/10) Presiden RI Joko Widodo akan membuka dengan resmi kegiatan Pesparawi tersebut,” katanya.

Karena itu Provinsi Maluku menjadi satu perhatian khusus bagi daerah-daerah lain yang akan menjadi tuan rumah patut mencontohinya, sebab Maluku bukan hanya asal bicara tetapi langsung melaksanakan. (MP-3)

Pos terkait