“Beras yang ada di gudang Bulog Kota Ambon maupun Kota Tual saat ini bisa memenuhi permintaan masyarakat hingga empat bulan kedepan,” kata Kepala Divre Perum Bulog Maluku, Faisal Assagaff di Ambon, Selasa (6/10).
Jadi masyarakat di daerah ini tidak perlu takut, lanjutnya, sebab stok beras yang dimiliki Bulog cukup banyak.
“Malahan Bulog rencanakan memasok lagi sebanyak 5.000 ton dari Sulawesi untuk menambah stok pada November 2015,” katanya.
Dia menjelaskan, pengadaan 5.000 ton pada November 2015 itu untuk mengantisipasi permintaan masyarakat pada Januari dan Februari 2016, jadi stok cukup banyak.
“Sekarang ini tercatat ada 8.000 ton, itu untuk mencukupi permintaan empat bulan kedepan, sedangkan pada November dipasok lagi 5.000 ton. Itu berarti stok cukup tersedia hingga 2016 mendatang,” tegas Faisal .
Bulog intensif menjamin stok beras yang ada di Maluku minimal untuk empat hingga lima bulan mendatang, kemudian pasok lagi. Hal ini dimaksudkan agar kualitas beras selalu terjaga, karena itu mendekati stok berkurang, maka dipasok lagi beras dari daerah lain.
Ditanya apakah Bulog Maluku pada 2015 tidak membeli beras dari petani asal Pulau Buru, dia menjelaskan, tetap pengadaan untuk menyangga stok yang ada guna memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Buru dan Buru Selatan.
“Jadi kebutuhan di dua kabupaten yang ada di Pulau Buru tidak perlu lagi dikirim dari Ambon. Pembelian di Kabupaten Buru tidak dibawa ke Ambon tetapi tinggal di gudang Bulog yang ada di daerah itu,” ujarnya. (MP-2)


