Mantan PSA Imbau Koordinator PSA All Star Jangan ’Kewel’

Ambon, Malukupost.com – Aksi berlebihan yang dilakonkan Koordinator tim PSA All Stars Joundry Pirsouw mendapat kecaman pedas sebagian mantan pemain PSA, klub Perserikatan PSSI, dekade 1970an hingga 1980an.

Najib Assagaff, bek kiri PSA misalnya, mengecam sepak terjang Pirsouw yang dinilainya terlalu berlebihan karena acapkali menggunakan atribut PSA di setiap kesempatan.

“Joundry Pirsouw itu kan anak dari Piru yang baru datang bermain bola di Ambon. Sejak kapan dia membela PSA. Jangan pakai-pakai atribut PSA kalau bukan mantan pemain PSA,” protes Assagaff yang pernah gabung timnas Garuda semasa dilatih Suardi Arlan itu kepada Maluku Post dari Jakarta, Sabtu (24/10/2015).

Assagaff mengungkapkan sepak terjang Pirsouw yang suka menggunakan atribut PSA, bahkan suka menggunakan kapasitas sebagai Koordinator PSA All Star membuat resah mantan-mantan PSA di seluruh Indonesia.

“Saya memang selalu ditanya teman-teman soal Joundry Pirsouw. Mereka bilang anak itu siapa. Sejak kapan dia main bola di PSA. Kalau tidak pernah membela PSA, jangan kewel lah. Harus tahu diri lah. Ya, boleh saja menggunakan atribut PSA untuk cari keringat, tapi jangan menggunakan atribut PSA untuk event-event resmi,” kecam mantan pemain Putra Nusantara (Putnus) Ambon.

Tidak terima disebut suka overlapping dan kewel, Pirsouw pun menjawab enteng. “Kalau tidak ada saya tidak ada PSA All Stars atau PSA All Stars tidak terbentuk kalau tak ada saya. Ini bukan bicara PSA, tetapi All Stars. Saya pernah main di Pusparagam dan Pusparagam merupakan bagian dari klub PSA. Saya ikut kompetisi PSA sejak umur 20 tahun dan pernah main untuk PSA dan tim Kota Ambon sewaktu menghadapi Jong Ambon Belanda sekitar tahun 2006. Jadi jangan bicara PSA,” sanggahnya.

Pirsouw menyatakan tanpa niat baiknya tak akan ada PSA All Stars.

“Saya mau tanya, apa yang selama ini PSA banggakan. Tolong bilang Najib (Assagaff), siapa orang yang mampu mengumpulkan mantan-mantan pemain PSA itu. Sebab, hanya saya yang melakukannya. Yang lain hanya cerita banyak saja di rumah kopi saja,” tepisnya. (09)

Pos terkait