Potensi Ikan Di Maluku Capai 1.64 Juta

Ambon, Maluku Post.com – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Romelus Far – Far mengungkapkan potensi sumberdaya ikan di daerah ini mencapai 1,64 juta ton/tahun atau 26,3 persen dari potensi nasional.

“Potensi sumberdaya ikan nasional mencapai 6,26 juta ton/ tahun,” kata Romelus, di Ambon, Jumat (30/10).

Menurut dia, potensi sumberdaya ikan di Maluku berada pada tiga wilayah pengelolaan perikanan (WPP) yakni laut Seram mencapai 578.000 ton/tahun dengan wilayah tangkapan, Airbuaya, Namlea,Taniwel, Wahai dan Bula.

WPP Laut Banda, mencapai 248.400 ton/tahun dengan wilayah tangkapan Ambon, Leksula, Piru, Banda, Geser, Tual, Wonreli dan Ilwaki.

WPP Laut Arafura, mencapai 792.100 ton/tahun dengan wilayah tangkapan, Dobo, Aru, Elat dan Saumlaki.

Selanjutnya, kata Romelus, potensi sumberdaya air tawar di Maluku, memiliki luas area budidaya lebih kurang mencapai 36.251 hektare yang terdiri dari kolam 7.600 hektare, sungai 3.750 hektare, situ/rawa/embung 262,5 hektare, waduk 27,5 hektare serta danau 60 hektare.

“Areal yang sudah dimanfaatkan lebih kurang mencapai 118.40 hektare,” ujarnya.

Sedangkan, potensi areal budidaya air payau di Maluku dengan luasnya mencapai 191.450 hektare. Komoditi ekonomis yang dapat dikembangkan adalah udang windu dan bandeng, tersebar di pulau Seram dan pulau Buru.

“Areal yang sudah dimanfaatkan mencapai 552,9 hektare,” kata Romelus.

Selain itu, lokasi usaha perikanan budidaya di Maluku menyebar di sejumlah wilayah yakni, Buru, Waesala, Seram Barat, Seram Utara, Bula, Seram Timur, Kei Kecil dan Dobo.

Selain itu, Kota Ambon yakni Balai Benih Ikan (BBI) Waiheru, Laka Balai Benih Ambon, Haruku dan Saparua, pulau-pulau Terselatan, Leti, Moa dan Lakor, pulau-pulau Babar serta Tanimbar.

“Di sejumlah lokasi tersebut dikembangkan usaha perikanan ikan kerapu, kakap, lobster, rumput laut, kerang-kerangan, teripang dan mutiara,” ujarnya.

Menurut Romelus, untuk pengembangan perikanan di Maluku, sejalan dengan visi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi setempat yakni mantapnya pembangunan kelautan dan perikanan berbasis kepulauan.

Sedangkan misinya, meningkatkan kualitas sumberdaya kelautan dan perikanan, meningkatkan daya saing produk kelautan dan perikanan, mengoptimalkan pengelolaan serta pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan.

“Tujuannya memelihara kualitas lingkungan, sumberdaya kelautan dan perikanan,” katanya. (Ant/MP)

Pos terkait