Transaksi Emas Di Ambon Sepi

Ambon, Maluku Post.com – Kegiatan transaksi jual beli emas perhiasan yang ditawarkan para pedagang emas pinggiran jalan di Kota Ambon, Maluku, masih terlihat sepi.

Hasil pantauan di emperan pertokoan di Jl. Latuharhary, di Ambon, Sabtu (31/10), terlihat beberapa orang pedagang hanya duduk-duduk saja karena tidak terjadi transaksi.

“Masih biasa saja, beginlah sepi, tidak seperti pertengahan Juli 2015 bertepatan menjelang perayaan Idul Fitri,” kata pedagang emas di kawasan Jl. Latuharihari, Rustlan.

Menurut dia, masyarakat yang datang umumnya hanya untuk memperbaiki perhiasan rusak, dan ini kesempatan bagi tukang solder, jarang sekali yang menjual atau membeli logam mulia tersebut.

“Sejak dua hari belakangan ini belum ada masyarakat yang menjual atau menukarkan emas, jadi masih sepi,” ujarnya.

Sedangkan, pedagang lainnya yang selama ini bermukim di kawasan Desa Batumerah, Nelly mengakui dia sejak tiga hari terakhir belum mendapatkan apa-apa, kalau pun ada warga yang datang hanya melihat-lihat sambil menanyakan harga emas

“Lain hal dengan para tukang solder yang bisa meraup keuntungan bervariasi Rp50.000 hingga Rp75.000/hari,” ujarnya.

Kalau ada yang datang meminta untuk memperbaiki kalung atau cincin, lanjutnya, maka harus membayar ongkos soldernya Rp25.000/titik.

Disinggung sistim transaksi yang dilakukan selama ini, Rita menjelaskan, kalung atau cincin yang dijual atau dibeli dari masyarakat patokan harga tergantung juga dari barangnya.

“Emas yang dijual dalam bentuk cincin dan anting itu dibeli dari masyarakat dengan harga Rp380.000/gram, dan dijual kembali setelah dicuci atau diperbaiki Rp460.000/gram,” katanya.

Kita selalu mengikuti perkembangan harga di toko emas agar tidak rugi. Sekarang harga emas di toko-toko mencapai Rp550.000/gram.

Salah seorang pekerja solder barang emas, Dullah yang mengemukakan, dia sejak pagi sudah mendapatkan Rp50.000 dari hasil solder dua titik kalung yang putus.

“Lumayan juga bang, sebab sekali perbaikan harganya Rp25.000/titik, baik cincin, anting, giwang maupun kalung,” katanya.

Pemilik toko emas Mujur, Hamid yang berjualan Ambon Plaza juga mengakui transaksi jual beli emas masih sepi.

“Belakangan ini masih sepi sejak masyarakat selesai merayakan Idul Fitri sampai sekarang,” katanya. (MP-5)

Pos terkait