Ambon, Maluku Post.com – Upaya membangun jiwa wirausaha di kalangan generasi muda Maluku tidaklah mudah, karena pembentukan karakter tersebut merupakan hasil dari pendidikan dan budaya yang telah diserap dari lingkungannya lewat pendidikan formal maupun dalam keluarga.
“Jadinya dibutuhkan kesadaran, baik pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan formal maupun keluarga untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan produktif bagi tumbuh kembangnya karakter kewirausahaan,” kata kata Gubernur Maluku Said Assagaff, di Ambon, Sabtu (25/10).
Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Ketua Bappeda Provinsi Maluku Anton Sihaloho pada acara talkshow digelar BI Perwakilan Maluku itu, Gubernur memandang perlu memotivasi generasi muda agar memiliki jiwa wirausaha tinggi.
“Setiap insan pasti memiliki jiwa wirausaha. Namun, tidak semua orang mampu mengelola dan menumbuh kembangkan spirit dan potensi ini menjadi optimal,” ujarnya.
Karena itu, Gubernur mengapresiasi talkshow kewirausahaan yang diprakarsai Kantor Perwakilan BI Provinsi Maluku menjadi momentum yang tepat.
Selain itu, mendorong program gerakan kewirausahaan nasional dan meningkatkan kesejahteraan penduduk di Maluku.
“Kegiatan ini juga dapat dijadikan sarana untuk melatih dan mendorong kalangan mahasiswa atau masyarakat di Maluku, agar berani memulai berwirausaha, sekaligus membangun kesadaran untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam bisnis,” kata Gubernur.
Dia juga berharap kepada seluruh peserta talkshow kewirausahaan agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh sehingga cita-cita dan harapan kita semua untuk bangkitnya usahawan-usahawan muda Maluku yang cerdas dan mandiri dapat tercapai.
Kegiatan talkshow diikuti 400 orang peserta lebih, terdiri dari mahasiswa Universitas Pattimura kurang lebih 200 orang, pengusaha 150 orang, 38 orang dari instansi terkait dan sisanya dari komunitas usaha.
Sedangkan kegiatan talkshow itu menghadirkan tiga orang narasumber yaitu Wuryanto Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku, yang memaparkan peranan BI dalam pengembangan UMKM di Provinsi Maluku.
Riezka Rahmatiana (Founder Justmine pisang ijo) membagikan pengalamannya tentang cara memulai usaha yang berdaya saing tinggi dan dapat bertahan diera persaingan seperti sekarang ini.
Begitu pun Dayu Dara Permata, Co Founder PT.GO-JEK Indonesia yang membawakan materi mengenai cara menangkap peluang bisnis dengan dukungan teknologi informasi seperti yang sekarang dijalankan oleh PT.GO-JEK Indonesia. (MP-6)


