“Kongres ke – 28 pada 2015 merupakan terbesar sejak kehadiran AM GPM 82 tahun lalu di mana 428 orang peserta dari 32 pengurus daerah baik berasal dari Provinsi Maluku dan Maluku Utara,” kata Ketua Panitia Kongres ke 28 AM GPM, Paulus Kastanya dalam laporannya di gedung gereja Imanuel Jemaat Amahusu, Kota Ambon, Minggu (25/10).
428 orang peserta ini, lanjutnya, akan bergumul dengan tugas kongres dari 25-29 Oktober 2015 yang salah satu agendanya yakni dilakukan pemilihan terhadap Pengurus Besar AM GPM periode 2015-2020.
“Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh jemaat dan Pemerintah Negeri Amahusu terdiri atas 32 unit pelayanan yang bersedia melayani utusan dari masing-masing daerah AM GPM sebagai tuan dan nyonya rumah selama kongres,” ujar Pauluas.
Kongres dilandasi Thema “Allah, Kehidupan , Tuntunlah Kami Membela dan Merawat Kehidupan” Sedangkan Sub thema “Delapan Dekade GPM Bersyukur dengan bersama-sama meningkatkan kualitas hidup manusia dan alam menghadapi masyarakat ekonomi asia (MEA) dan ancaman HIV/AIDS.
Pelaksanaan kongres ke 28 AM GPM diawali ibadah Minggu yang dipimpin Pdt. Odhie Ririmasse selaku Ketua Klasis GPM Ternate, Maluku Utara.
Kongres ke 28 dihadiri Gubernur Maluku, Said Assagaff sekaligus memberikan sambutan dan membuka secara resmi acaratersebut.
Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pdt. John Ruhulesin menyampaikan sambutan perpisahan dengan AM GPM karena berakhir masa kepemimpin dua periodenya pada 2015.
“Hanya karena Kasih dan KemurahanNYA, maka siklus tahunan kita tapaki secara bersama-sama. Kongres ke- 28 menunjukan bahwa AM GPM konsisten untuk melaksanakan siklus ini yang menunjukkan iman dalam upaya pemantapan diri selaku organisasi,” ujarnya.
Mengapa kongres ini penting bagi gereja, lanjutnya, sebab sesungguhnya AM GPM adalah gereja itu sendiri.Jadi, kongres strategi bukan hanya bagi dunia tetapi bagi Tuhan.
“AM GPM adalah persekutuan yang sangat terbuka dan selalu bersedia untuk dipakai Tuhan sebagai mitra bagi pekerjaan-pekerjaannya,” tandas John.
Dia mengingatkan 10 tahun yang lalu juga berpidato di tempat yang sama. Saat itu bukan sebagai Ketua MPH Sinode GPM, tetapi dalam kapasitas Ketua Umum Pengurus Besar AM GPM.
“Saya merasa Tuhan memakai kita semua sebagai mitra supaya melalui pekerjaan yang ditekuni orang menyaksikan kemuliaan Tuhan,” katanya.
Dia juga mengingatkan, pemuda gereja berlatih untuk bertanggungjawab dan setia dalam melayani. Jadi, kebesaran kader itu bukan pada jabatan tetapi pada kesetiaan.
“Yang besar dihadapan Tuhan adalah hamba yang setia, artinya mengenal gereja termasuk belajar tentang kepemimpinan yang mau setia dan berkorban itu juga dapat dilakukan sebagai tugas dan tanggungjawab di AMGPM,” tegas John.
GPM hanya punya satu organisasi kader, yakni AM GPM yang menempa anggotanya menjadi pemimpin yang handal dalam masyarakat maupun Gereja. (MP-2)


