Ambon, Maluku Post.com – Realisasi ekspor Maluku selama September 2015 mencapai 11,04 juta dolar AS atau mengalami peningkatan signifikan sebesar 6.283,32 persen dibandingkan Agustus 2015.
“Nilai ini jika dibandingkan dengan ekspor September pada 2014 yang mencapai 39,45 juta dolar AS, maka terjadi penurunan sebesar 72,02 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku, Diah Utami di Ambon, Selasa (2/11).
Sedangkan ekspor Maluku periode Januari-September 2015 mencapai nilai sekitar 31,25 juta dolar AS.
Jika nilai tersebut dibandingkan dengan kegiatan ekspor yang sama pada 2014 yang mencapai 134,38 juta dolar AS terjadi penurunan sebesar 76,75 persen.
Dia menjelaskan, dalam laporan kegiatan ekspor pada September 2015 yang angkanya masih sifat sementara.
Sedangkan, ekspor Maluku periode Januari-September 2015 berasal dari kelompok komoditi ikan dan udang, bahan bakar mineral dan komoditi lainnya.
“Ekspor komoditi ikan dan udang sebesar 3,75 juta dolar AS, bahan bakar mineral 26,47 juta dolar AS dan komoditi lainnya 1,03 juta dolar AS,” ujarnya.
Komoditi lainnya yang diekspor pada periode Januari-September 2015, antara lain kapal laut dan bangunan terapung.
Dia mengemukakan, pada periode Januari-September pelabuhan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur menjadi pelabuhan ekspor Maluku yang dominan, berbeda dengan periode sama pada 2014, di mana pelabuhan Ambon yang menjadi pelabuhan dominan untuk kegiatan ekspor.
Nilai ekspor dari pelabuhan Bula pada periode Januari-September 20.1526,47 juta dolar AS, naik 100 persen dibanding periode yang sama padan 2014.
Sedangkan negara tujuan ekspor Maluku periode Januari-September 2015 adalah Tiongkok sebesar 16,54 juta dolar AS, disusul Republik Korea 11,04 juta dolar AS.
Diah menambahkan, komoditi ekspor Maluku yang diekspor melalui pelabuhan-pelabuhan di luar Maluku berupa komoditi ikan dan udang, kopi, teh, rempah,lak, getah,damar, perhiasan dan permata dan komoditi lainnya. (MP-2)


