Jasa Raharja Maluku Tingkatkan Sinergitas Pelayanan

Ambon, Maluku Post.com – PT. Jasa Raharja Maluku intensif meningkatkan sinergitas pelayanan kepada masyarakat melalui sosialisasi hak dan kewajiban ke sejumlah komunitas di kota Ambon.

“Sosialisasi hak dan kewajiban masyarakat dilakukan ke tingkat desa/kelurahan serta kunjungan ke warung kopi dan menjadwalkan ke komunitas ojek,” kata Kepala Jasa Raharja Maluku, Jahja Joel, di Ambon, Sabtu (7/11).

Sosialisasinya bertujuan membumikan jasa Raharja dengan mendatangi komunitas di warung kopi, ojek dan turun ke desa/ kelurahan di kota Ambon untuk menyampaikan tugas, tanggung jawab, hak maupun kewajiban yang harus diterima masyarakat.

Ia mengatakan, sosialisasi dilakuan setiap minggu melalui program Jumat turun desa, pembagian brosur kepada para Lurah, pengurus RT dan RW yang merupakan garda terdepan di masyarakat, sekaligus memantau data kecelakaan lalulintas (laka lantas).

Selain itu satu minggu dua kali pihaknya mendatangi warung kopi yakni hari Senin dan Rabu untuk menyampaikan informasi tentang Jasa Raharja sambil membagikan bunga dan brosur.

“Sosialisasi ini penting agar pada saat terjadi kecelakaan warga dapat langsung menghubungi Jasa Raharja,” ujar Jahja.

Menurut dia, banyak hal yang belum diketahui masyarakat, terkait hak dan kewajiban warga jika terjadi Laka Lantas karena itu dilakukan sistem jemput bola.

“Masyarakat berhak mendapatkan informasi tentang hak dan kewajiban. Kami juga bisa melakukan pemantauan kecelakaan jika ada keluarga atau kerabat yang menghadapi musibah bisa langsung datang ke Jasa Raharja,” kata Jahja.

Ia menjelaskan, pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat ditunjang kecepatan dan kemudahan, serta penerapan sistem ITC (Information and communication technologies) dalam proses pelayanan.

“Kami juga menempatkan petugas untuk melakukan piket setiap Sabtu dan Minggu guna mengantisipasi masuknya laporan kecelakaan dari masyarakat serta mengedepankan sistem teknologi yang terintegrasi dengan mitra kerja yakni data kecelakaan dengan kepolisian, Disdukcapil dan pihak perbankan,” kata Jahja.

Dia mengemukakan, sosialisasi merupakan sarana untuk menjumpai masyarakat dengan harapan pihaknya mendapat informasi secara tepat, sehingga penangganan korban lebih cepat.

“Paradigma pelayanan sudah berubah. Kami tidak lagi pada posisi untuk duduk diam, tetapi proaktif mendatangi korban kecelakaan. Ahli waris atau korban tidak lagi repot-repot datang melakukan pengurusan, karena petugas setiap hari melakukan pemantauan kecelakaan,” ujar Jahja Joel. (ant/MP)

Pos terkait