Pertumbuhan PDRB Kota Ambon Meningkat

Ambon, Maluku Post.com – Pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Ambon mengalami peningkatan yang signifikan periode 2011-2014 dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 6,60 persen/tahun dengan skala ekonomi meningkat dari Rp 1,80 triliun pada 2010 menjadi Rp2,32 triliun di 2014.

“Kontribusi sektor-sektor terhadap PDRB tahun anggaran 2014 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mulai dari yang terkecil yaitu pertambangan dan penggalian sebesarRp3,23 miliar atau 0,14 persen sampai dengan sumbangan yang terbesar yakni jasa-jasa sebesar Rp629,73 miliar atau 27,03 persen dari total PDRB,” kata Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy, di Ambon, Sabtu (21/11).

Dia menyampaikannya saat pidato dalam rangka penyampaian nota keuangan rancangan anggaran pendapatan dan belanda daerah (RAPBD) tahun anggaran 2016.

Tingginya sumbangan sektor jasa-jasa tidak terlepas dari meningkatnya efektifitas perekonomian di Kota Ambon.

Apalagi, sejalan dengan upaya pemerintah kota(Pemkot) Ambon dalam memberikan pelayanan prima di bidang perizinan, sehingga berdampak positif terhadap sektor perdagangan, hotel dan restoran yang menyumbang Rp576,18 miliar atau 24,73 persen dari total PDRB tahun anggaran 2014.

“Prediksi PDRB pada tahun anggaran 2015 bertumbuh positif sebesar Rp2,48 triliun sebagai respons terhadap berbagai kebijakan Pemkot Ambon, terutama promosi pariwisata melalui pekan tahun wisata mangente Ambon 2015,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, berbagai aktifitas skala nasional yang turut memberikan andil terhadap pertumbuhan PDRB Kota Ambon.

Dia mengatakan, laju pertumbuhan ekonomi rata-rata Kota Ambon dalam kurun waktu 2011-2014 adalah sebesar 6,6 persen, di mana laju pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2012 yaitu sebesar 8,77 persen, selanjutnya 2013 terjadi perlambatan pertumbuhan yang signifikan dan hanya bertumbuh sebesar 5,20 persen.

“Terjadi perlambatan disebabkan karena melambatnya hampir pada semua sektor lapangan usaha , kecuali bangunan/konstruksi yang bertumbuh 9,26 persen dibanding tahun sebelumnya hanya 7,7 persen,” kata Richard.

Pada 2014 ekonomi Kota Ambon bertumbuh sebesar 5,96 persen, di mana pertumbuhan positif terjadi pada sektor pertanian, listrik, gas dan air bersih serta sektor jasa keuangan.

Dia menjelaskan, pada sisi lain inflasi Kota Ambon pada 2014 sebesar 6,81 persen, di mana inflasi tertinggi terjadi pada Desember yaitu 1,85 persen.

Sedangkan inflasi pada 2015 sampai dengan September sebesar 0,38 persen.

“Kelompok pengeluaran memberikan andil terhadap inflasi adalah bahan makanan yang menyumbang 0,82 persen, serta pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,57 persen,” ujar Richard.

Secara umum, lanjutnya, inflasi pada 2015 diproyeksikan berada pada kisaran 4,00-4,50 persen, dan depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap inflasi Kota Ambon. (ant/MP)

Pos terkait