Dinkes Ambon Bentuk Desa Percontohan Penerapan PHBS

Ambon, Maluku Post.com – Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Ambon akan membentuk desa atau kelurahan percontohan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan sehat (PHBS) di Kota Ambon.

“Penerapan PHBS di masyarakat sudah mulai berjalan walaupun sebagian masyarakat ada yang belum menerapkan dikarenakan keterbatasan informasi, sehingga kami berupaya melakukan sosialisasi kepada aparatur dan membentuk desa atau kelurahan percontohan,” kata Kadis Kesehatan kota Ambon, Treesje Tory, di Ambon, Selasa (8/12).

Menurut dia, desa percontohan akan terbentuk setidaknya 10 kelompok keluarga yang menerapkan PHBS mulai dari keluarga dan akan ditularkan kepada keluarga lainnya.

PHBS merupakan upaya memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan memberikan informasi dan edukasi, “Jika dari 10 keluarga awal bisa terbentuk keluarga yang menerapkan PHBS makan dipastikan keluarga yang lain juga akan mengikuti, hal mudah dimulai dari kebiasaan tidak merokok di dalam rumah atau mencuci tangan sebelum makan,” katanya.

Treesje mengatakan, ada 10 indikator PHBS yaitu, persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, memberi bayi air susu ibu (ASI) eksklusif, menimbang bayi dan balita, menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun.

Selain itu menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah, makan buah dan sayur setiap hari, melakukan aktivitas fisik setiap hari, serta tidak merokok di dalam rumah.

“Kita berharap pelaksanaan 10 indikator PHBS angka kesakitan bisa ditekan. Kita tahu untuk mencegah itu lebih mudah,dibandingkan mengobati, karena itu jika PHBS bisa diterapkan di keluarga maka bisa menurunkan angka sakit,” ujarnya.

PHBS lanjutnya, merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga dapat menolong dirinya sendiri dan berperan aktif dalam kegiatan kesehatan di masyarakat.

Penerapan PHBS di rumah tangga adalah upaya pemberdayaan anggota rumah tangga agar paham dan mampu melaksanakan PHBS dengan kesadaran penuh.

“Manfaat PHBS untuk keluarga yaitu kesehatan, anak dapat tumbuh cerdas, giat bekerja, fokus pengeluaran pada gizi, pendidikan dan modal usaha. Sedangkan untuk masyarakat, manfaat PHBS adalah mampu mengupayakan lingkungan sehat, mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan,” katanya.

Ia mengakui, derajat kesehatan masyarakat ditentukan faktor lingkungan dan perilaku. Jika lingkungan tidak bersih maka dapat dipastikan derajat kesehatan kurang baik.

“Tetapi sebaliknya jika perilaku masyarakat baik tetapi lingkungan tidak bersih, dapat ditanggulangi sehingga tidak menimbulkan berbagai macam jenis penyakit,” tandasnya.

Treesje menambahkan, peran aparatur desa juga sangat penting untuk meningkatkan PHBS. Petugas Kelurahan atau desa diharapkan melakukan pendataan PHBS setiap rumah tangga.

“Upaya ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat agar memiliki Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, serta memberikan wacana kepada masyarakat tentang dunia kesehatan dan bahaya dari tidak diterapkannya PHBS,” katanya.

Pos terkait