“Melalui program ini diharapkan anak-anak kita didaerah terpencil, tertinggal dan terdepan memperoleh layanan pendidikan yang setara dengan perkotaan atau memenuhi pendidikan yang berstandar nasional,”ujar Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Hamid Muhammad, di Ambon (29/12).
Dijelaskannya, sekolah garis depan ini nantinya akan berada dalam satu kawasan yang terdiri dari SD, SMP dan SMA/SMK. Hal ini dibangun agar anak-anak tidak perlu keluar daerah untuk bersekolah, dan setelah itu anak-anak dipersilahkan mau bekerja atau melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
“Untuk tenaga pengajar akan kami siapkan juga,”ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan peningkatan kualifikasi guru. Untuk Maluku ada sekitar 12 ribu Guru yang belum S1 dan dalam tahun ini pihaknya mengikut sertakan 5 ribu guru untuk mengikuti S1 di Universitas Terbuka (UT), Dan secara bertahap akan diselesaikan guru-guru yang belum S1.
Ditambahkan Muhammad, pihaknya juga akan menyiapkan fasilitas belajar sekolah terutama di daerah kepulauan, dan mulai tahun depan pihaknya akan melakukan perbaikan dan rehabilitasi sejumlah gedung sekolah baik itu melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), Dana Alokasi Khusus (DAK) ditambah dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). (MP-7)


